
OKU, ogannews.com – Kebakaran melanda SMP Negeri 21 OKU yang berada di Kelurahan Batukuning, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Senin (5/10/2026) malam. Kobaran api menghanguskan ruang Laboratorium IPA yang selama ini juga digunakan sebagai ruang kegiatan belajar siswa kelas VIII C.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Beruntung, kebakaran berlangsung di luar jam sekolah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Mendapat laporan kejadian, Bupati OKU H Teddy Meilwansyah langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi bangunan sekaligus memastikan penanganan pasca kebakaran pada Selasa (6/10/26).
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran OKU mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil tangki suplai. Proses pemadaman turut dibantu masyarakat sekitar dan api berhasil dikendalikan sekitar satu jam setelah kejadian.
Sesampainya di lokasi, Bupati OKU melihat langsung kondisi ruangan yang terdampak serta menerima laporan dari jajaran terkait mengenai proses pemadaman dan penanganan awal.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena terjadi malam hari, tidak ada proses belajar mengajar. Kebakaran ini sudah kita laporkan ke pihak kepolisian. Nanti pihak kepolisian akan mencari penyebab kebakaran ini,” kata Teddy.
Ia mengatakan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Sementara itu, Pemkab OKU masih melakukan pendataan terhadap kerusakan serta kerugian yang ditimbulkan.
“Untuk kerugian saat ini masih kita lakukan pendataan. Yang jelas yang terbakar meja dan kursi serta buku-buku,” ujarnya.
Pemkab OKU memastikan kerusakan bangunan sekolah tersebut akan segera ditindaklanjuti. Melalui Dinas Pendidikan OKU, pemerintah daerah akan mengusulkan perbaikan ruang yang terdampak kebakaran.
Namun, sebelum proses rehabilitasi dilakukan, tim teknis akan terlebih dahulu melakukan kajian untuk memastikan kondisi struktur bangunan, khususnya bagian dinding, masih layak dipertahankan atau tidak.
“Segera kita usulkan untuk perbaikan. Namun sebelumnya akan ada tim kajian apakah dinding gedung ini masih layak atau tidak untuk dilakukan rehab. Intinya akan segera kita rehab sehingga proses belajar mengajar bisa kembali berjalan dengan lancar,” tegas Teddy.
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar bagi 31 siswa kelas VIII C tetap berjalan. Ruang belajar mereka dialihkan ke ruangan lain agar aktivitas pendidikan tidak terhenti akibat kebakaran.
Plt Kepala Dinas Pendidikan OKU Zulfan Naser mengatakan, pemerintah daerah akan memasukkan kebutuhan pembangunan atau rehabilitasi ruang tersebut dalam penganggaran.
“Proses belajar tetap berjalan seperti biasa. Sementara kita alihkan ke kelas lain. Tahun ini kita masukkan dalam anggaran sehingga tahun depan sudah bisa dibangun,” kata Zulfan.
Kebakaran tersebut menjadi perhatian Pemkab OKU mengingat ruangan yang terbakar tidak hanya berfungsi sebagai Laboratorium IPA, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi siswa kelas VIII.C.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati OKU didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan OKU Zulfan Naser, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran OKU Novi Apriyadi, Kepala SMP Negeri 21 OKU Hazar, Kepala Dinas Kominfo OKU Mirdaili, Kepala BKPSDM OKU Imron, Kepala Bapelitbangda OKU H Yoyin Arifianto, Kepala Dinas Sosial OKU Iwarman, serta Lurah Batukuning Anton Pengabdian.(*)









