
OKU, ogannews.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H. Teddy Meilwansyah, menyoroti persoalan kesejahteraan tenaga pendidik, mulai dari pemerataan kualitas guru hingga ancaman pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol). Ia meminta seluruh kepala sekolah meningkatkan pengawasan, membangun kepedulian terhadap kondisi guru, serta menghadirkan inovasi untuk memajukan dunia pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan Teddy saat menghadiri Rapat Koordinasi, Evaluasi, dan Perencanaan Program Satuan Pendidikan Negeri se-Kabupaten OKU yang digelar Dinas Pendidikan OKU, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh kepala sekolah jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten OKU.
Turut hadir Asisten III Administrasi Umum Romson Fitri, Kepala BPKAD Setiawan, Kepala Dinas Kominfo Mirdaili, Kepala BKPSDM Imron HS, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan OKU Zulfan Naser.
Dalam arahannya, Teddy menantang seluruh kepala sekolah agar tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi juga mampu melahirkan gagasan baru yang berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci untuk mendorong kemajuan sekolah. Pemerintah Kabupaten OKU pun menyatakan kesiapan mendukung berbagai terobosan yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
“Kami dari Pemerintah Daerah siap mendampingi penuh, asalkan inovasi itu memang ditujukan untuk kemajuan Dinas Pendidikan dan peningkatan mutu sekolah,” ujar Teddy.
Ia berharap para kepala sekolah dapat memanfaatkan forum koordinasi tersebut untuk menyampaikan gagasan, mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan pendidikan ke depan.
Selain mendorong inovasi, Teddy menekankan pentingnya pemerataan tenaga pendidik di seluruh wilayah Kabupaten OKU.
Ia meminta Dinas Pendidikan segera memetakan kondisi sekolah dan distribusi guru agar tidak terjadi kesenjangan kualitas pendidikan antara satu wilayah dan wilayah lainnya.
Menurut Teddy, pemerataan tenaga pendidik membutuhkan langkah konkret, termasuk mempertimbangkan pemberian insentif atau nilai tambah bagi guru yang bersedia ditempatkan di wilayah tertentu.
“Kita ingin memetakan pendidikan agar kualitas guru di OKU, khususnya tenaga pendidik, bisa merata. Perlu ada sedikit rangsangan atau nilai tambah bagi guru yang bersedia ditempatkan di wilayah tertentu. Kalau tidak begitu, akan susah memeratakan kualitas guru kita,” jelasnya.
Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan penempatan tenaga pendidik yang lebih tepat sasaran, sehingga setiap sekolah memperoleh dukungan sumber daya manusia sesuai kebutuhannya.
Persoalan lain yang menjadi perhatian Teddy adalah kondisi sosial dan finansial para guru. Ia mengaku prihatin setelah menerima informasi dari lembaga resmi mengenai tenaga pendidik yang terjerat pinjaman online dan judi online.
Teddy mengingatkan para kepala sekolah agar turut memberikan edukasi kepada guru di lingkungan masing-masing mengenai risiko kedua aktivitas tersebut, yang dapat berdampak terhadap kondisi ekonomi, kehidupan keluarga, hingga konsentrasi dalam menjalankan tugas profesional.
“Saya mendengar kabar dari lembaga resmi bahwa banyak guru kita yang sudah terikat pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol). Tolong ingatkan mereka, tidak mungkin hidup kita akan bahagia kalau terjebak hal tersebut. Tolong hindari dan sampaikan ke seluruh guru agar jangan sampai terjebak pinjol dan judol,” tegas Teddy.
Ia berharap persoalan tersebut tidak dianggap sepele. Kepala sekolah diminta membangun komunikasi dan kepedulian terhadap kondisi para guru, sekaligus mengingatkan mereka agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menjauhi praktik judi online.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan OKU, Zulfan Naser, mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi momentum untuk membahas kebutuhan sekolah sekaligus menyerap aspirasi satuan pendidikan dalam menyusun program mendatang.
Menurut Zulfan, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Bupati OKU untuk kembali berdialog langsung dengan para kepala sekolah mengenai berbagai persoalan di lapangan, mulai dari kepegawaian, pembangunan sarana pendidikan, hingga peningkatan kinerja.
“Memang sudah lama Pak Bupati belum bertemu lagi dengan satuan pendidikan ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Pak Bupati dapat menampung aspirasi sekolah, baik dari segi kepegawaian, pembangunan maupun kinerja,” kata Zulfan.
Ia menambahkan, berbagai usulan sekolah diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah, terutama dalam menentukan program prioritas tahun 2027.
Salah satu perhatian utama adalah kondisi atap dan plafon bangunan sekolah yang sudah tidak layak. Menurut Zulfan, persoalan tersebut menjadi perhatian setelah Bupati melakukan peninjauan langsung ke sejumlah sekolah dan menemukan bangunan yang mengalami kebocoran.
Dinas Pendidikan pun diminta segera melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah dengan kondisi atap yang membutuhkan perbaikan agar penanganannya dapat direncanakan lebih awal.
“Pak Bupati meminta kami mendata atap sekolah yang sudah tidak layak sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU berharap perencanaan pendidikan ke depan semakin terarah, mulai dari peningkatan kualitas guru, penguatan inovasi sekolah, perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, hingga pembenahan infrastruktur pendidikan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan sekolah sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Bumi Sebimbing Sekundang. (*)









