Menu ✖

Mode Gelap
PLN dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi, Keandalan Listrik Lahat Jadi Penopang Investasi Saling Bacok di Desa Durian Gara-Gara Perebutan Lahan, 4 Pria Diamankan Kebakaran SMPN 21 OKU, Bupati Teddy Langsung Tinjau Lokasi Pemkab OKU Siapkan Arsitektur Pemerintahan Digital, Hindari Tumpang Tindih Aplikasi dan Data YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat BumDes Karang Dapo Kembangkan Ayam Petelur, Dinas PMD OKU Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Sejarah

Kupek Tuhun Mandi: Tradisi Mandi Bayi di Tepi Sungai Ogan

Tradisi suku Ogan: Kupek Tuhun Mandi. (Foto: Internet).

Ogannews.com – Setelah sebelumnya kita bahas secara singkat soal sejarah Suku Ogan di Sumatera Selatan, kali ini yuk kita dalami salah satu tradisi unik yang masih lestari sampai sekarang, yakni Kupek Tuhun Mandi.

Eits, jangan salah sangka dulu. Ini bukan cuma acara guyur-guyur bayi buat seru-seruan, ya! Tradisi ini nggak asal dilakukan, karena mengandung filosofi mendalam dan jadi ciri khas budaya Suku Ogan.

Sungai Ogan: Lebih dari Sekadar Aliran Air

Sebelum masuk ke ritualnya, kita perlu tahu dulu: Sungai Ogan itu ibarat nadi kehidupan bagi masyarakat Suku Ogan. Mulai dari urusan bersih-bersih badan, nyuci baju, cari nafkah, sampai nyebrang kampung, semua ngandelin sungai ini. Jadi nggak heran kalau upacara adat seperti Kupek Tuhun Mandi juga berlangsung di sepanjang aliran sungai ini, dari hulu sampai hilir.

Jadi, Apa Sih Kupek Tuhun Mandi Itu?

Kupek Tuhun Mandi adalah ritual memandikan bayi yang baru lahir, sebagai bentuk penyambutan sekaligus pembersihan secara spiritual. Tapi yang bikin menarik, proses ini dilakukan sebelum matahari benar-benar nongol—ya, bener-bener pagi buta. Masih sepi banget, embun belum bubar, dan udara dari sungai masih adem natural.

Oh iya, yang mandiin bayi ini nggak bisa asal tunjuk orang, lho! Cuma ibu-ibu tetua adat yang udah senior dan ngerti betul soal tradisi yang boleh turun tangan.

Ritual Simpel, Tapi Sarat Makna

Setiap elemen dalam ritual ini punya makna tersendiri. Cek nih:

  • Puntung Api: Diayun-ayunkan oleh tetua adat sepanjang jalan menuju sungai. Katanya sih, asap ini ampuh buat nyingkirin sial, energi jelek, sampai gangguan makhluk halus.
  • Jeruk Nipis: Diusap ke kepala bayi. Bukan buat bikin pedas, ya, tapi sebagai simbol penyucian dan semacam “shampoo adat” ala nenek moyang.
  • Uang dan makanan: Ini bagian paling seru buat anak-anak. Biasanya dilempar sebagai simbol berbagi rezeki dan ucapan syukur dari keluarga bayi.

Orang tua bayi juga ikut serta, mengiringi dari rumah sampai ke sungai sambil membawa bahan-bahan tadi. Pas udah nyampe di pinggir Sungai Ogan, prosesi langsung dimulai dengan suasana sakral tapi tetap seru, apalagi waktu makanan dan uang mulai dilempar. Anak-anak langsung berebut dengan ceria!

Warisan Budaya yang Masih Bertahan

Yang luar biasa, meski zaman udah serba digital, Tradisi Kupek Tuhun Mandi masih eksis dan dirawat dengan penuh kebanggaan oleh masyarakat Suku Ogan, khususnya yang masih menetap di pedesaan. Buat mereka, ngelestarikan tradisi itu bukan cuma soal nostalgia, tapi soal merawat identitas dan tetap selaras sama alam.

Kalau kamu penikmat budaya lokal, ritual ini wajib masuk daftar tontonan langsung. Dari satu tradisi simpel ini aja, kamu bisa ngerasain gimana kentalnya nilai-nilai lokal kita—penuh makna, rasa spiritual, dan kebersamaan yang udah mulai langka di zaman serba cepat kayak sekarang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PLN dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi, Keandalan Listrik Lahat Jadi Penopang Investasi

7 Oktober 2026 - 16:35 WIB

YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat

2 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Menembus Jalan Berlumpur, Mantri BRI Alifia Naura Layani Nasabah di Pelosok OKI

29 September 2026 - 09:51 WIB

PLN dan DPRD Lahat Perkuat Sinergi, Bahas Keandalan Listrik hingga SPKLU

24 September 2026 - 16:43 WIB

Suami Tewas Ditikam Istri di OKI, Ini yang Terjadi Sebelum Peristiwa Maut

21 September 2026 - 15:16 WIB

Trending di Berita Utama