Menu

Mode Gelap
Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan 446 Kantor BPN Terapkan Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan ATR/BPN Ubah Struktur Kantor Pertanahan, Kini Berbasis Wilayah untuk Percepat Layanan

Sejarah

Kupek Tuhun Mandi: Tradisi Mandi Bayi di Tepi Sungai Ogan

Tradisi suku Ogan: Kupek Tuhun Mandi. (Foto: Internet).

Ogannews.com – Setelah sebelumnya kita bahas secara singkat soal sejarah Suku Ogan di Sumatera Selatan, kali ini yuk kita dalami salah satu tradisi unik yang masih lestari sampai sekarang, yakni Kupek Tuhun Mandi.

Eits, jangan salah sangka dulu. Ini bukan cuma acara guyur-guyur bayi buat seru-seruan, ya! Tradisi ini nggak asal dilakukan, karena mengandung filosofi mendalam dan jadi ciri khas budaya Suku Ogan.

Sungai Ogan: Lebih dari Sekadar Aliran Air

Sebelum masuk ke ritualnya, kita perlu tahu dulu: Sungai Ogan itu ibarat nadi kehidupan bagi masyarakat Suku Ogan. Mulai dari urusan bersih-bersih badan, nyuci baju, cari nafkah, sampai nyebrang kampung, semua ngandelin sungai ini. Jadi nggak heran kalau upacara adat seperti Kupek Tuhun Mandi juga berlangsung di sepanjang aliran sungai ini, dari hulu sampai hilir.

Jadi, Apa Sih Kupek Tuhun Mandi Itu?

Kupek Tuhun Mandi adalah ritual memandikan bayi yang baru lahir, sebagai bentuk penyambutan sekaligus pembersihan secara spiritual. Tapi yang bikin menarik, proses ini dilakukan sebelum matahari benar-benar nongol—ya, bener-bener pagi buta. Masih sepi banget, embun belum bubar, dan udara dari sungai masih adem natural.

Oh iya, yang mandiin bayi ini nggak bisa asal tunjuk orang, lho! Cuma ibu-ibu tetua adat yang udah senior dan ngerti betul soal tradisi yang boleh turun tangan.

Ritual Simpel, Tapi Sarat Makna

Setiap elemen dalam ritual ini punya makna tersendiri. Cek nih:

  • Puntung Api: Diayun-ayunkan oleh tetua adat sepanjang jalan menuju sungai. Katanya sih, asap ini ampuh buat nyingkirin sial, energi jelek, sampai gangguan makhluk halus.
  • Jeruk Nipis: Diusap ke kepala bayi. Bukan buat bikin pedas, ya, tapi sebagai simbol penyucian dan semacam “shampoo adat” ala nenek moyang.
  • Uang dan makanan: Ini bagian paling seru buat anak-anak. Biasanya dilempar sebagai simbol berbagi rezeki dan ucapan syukur dari keluarga bayi.

Orang tua bayi juga ikut serta, mengiringi dari rumah sampai ke sungai sambil membawa bahan-bahan tadi. Pas udah nyampe di pinggir Sungai Ogan, prosesi langsung dimulai dengan suasana sakral tapi tetap seru, apalagi waktu makanan dan uang mulai dilempar. Anak-anak langsung berebut dengan ceria!

Warisan Budaya yang Masih Bertahan

Yang luar biasa, meski zaman udah serba digital, Tradisi Kupek Tuhun Mandi masih eksis dan dirawat dengan penuh kebanggaan oleh masyarakat Suku Ogan, khususnya yang masih menetap di pedesaan. Buat mereka, ngelestarikan tradisi itu bukan cuma soal nostalgia, tapi soal merawat identitas dan tetap selaras sama alam.

Kalau kamu penikmat budaya lokal, ritual ini wajib masuk daftar tontonan langsung. Dari satu tradisi simpel ini aja, kamu bisa ngerasain gimana kentalnya nilai-nilai lokal kita—penuh makna, rasa spiritual, dan kebersamaan yang udah mulai langka di zaman serba cepat kayak sekarang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat

19 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Calya Vs Truk Tangki di Prabumulih

15 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Hari Pramuka ke-65, Bupati OKU Dorong Generasi Muda Mandiri dan Berkontribusi Nyata

14 Agustus 2026 - 19:48 WIB

PLN UP3 Lahat Sambungkan Listrik PT MIP Tanpa Padam, Dukung Operasional Industri di Merapi Barat

12 Agustus 2026 - 10:42 WIB

PLN ULP Baturaja Kampanyekan Gerakan Bayar Listrik Tepat Waktu di HUT OKU ke-116

5 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Trending di Daerah