Menu

Mode Gelap
Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan 446 Kantor BPN Terapkan Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan ATR/BPN Ubah Struktur Kantor Pertanahan, Kini Berbasis Wilayah untuk Percepat Layanan

Berita Utama

PT GNS Maju Tanpa Rem, Lahan Milik Warga Kedaton pun Dianggap ‘Tanah Tak Bertuan’

Kepala Desa Kedaton Timur, Harun meredam amarah warganya.

Ogannews.com – Ratusan warga Desa Kedaton Timur, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), nyaris saja meluapkan kemarahan mereka di areal perkebunan PT Gula Nusantara Sukses (GNS), Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Aksi protes besar ini dipicu dugaan pencaplokan lahan bersertifikat milik warga oleh perusahaan.

Ketegangan memuncak ketika PT GNS diduga menanam bibit sawit di atas lahan yang selama ini telah dikelola warga dari rawa gambut menjadi lahan produktif. Warga menilai tindakan perusahaan sudah melewati batas.

“Kami selama ini diam, tapi makin lama PT GNS makin melunjak,” ujar Senen Sunandar, Ketua RT 02 Talang Kerikil, dengan nada tinggi.

Senen menegaskan bahwa warga memegang sertifikat resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia mempertanyakan bagaimana mungkin perusahaan berani menggarap lahan yang telah diolah warga bertahun-tahun.

“Ini tanah kami, sah, ada sertifikatnya. Setelah kami bersihkan dan kelola, kok malah dicaplok PT GNS,” ujarnya tegas. 

Warga mendesak perusahaan untuk menghentikan kegiatan di area sengketa.

Aksi warga nyaris memanas, namun berhasil diredam oleh Kepala Desa Kedaton Timur, Harun. Dengan ketenangan dan pendekatan persuasif, Harun mencegah warganya bergerak menuju lokasi sengketa yang bisa memicu bentrokan terbuka.

“Jangan memancing dan jangan terpancing. Kita datang untuk menyampaikan bahwa warga Desa Kedaton Timur punya hak atas lahan itu,” pesan Harun kepada ratusan warga yang berkumpul.

Pihak perusahaan tetap kekeh beraktivis di lahan milik warga.

Hujan yang turun saat aksi berlangsung seolah turut meredam suhu emosi. Harun memimpin dialog bersama perwakilan PT GNS, Hadi, meski belum menghasilkan solusi karena pihak perusahaan bersikeras melanjutkan aktivitas di lapangan.

Harun meminta PT GNS menempuh jalur yang benar dengan melakukan adu data kepemilikan secara resmi.

Warga meminta Pemerintah Kabupaten OKU turun tangan sebelum konflik membesar.

“Kami sudah cukup bersabar. Jangan sampai ini jadi luka atau pertumpahan darah,” tegas Senen, memperingatkan bahwa warga tidak akan tinggal diam bila hak mereka terus diganggu.

Sekitar pukul 16.00 WIB, aksi tersebut diakhiri dengan tertib setelah mediasi yang disaksikan Kanit Intel Polsek Peninjauan, Arif. Namun, persoalan lahan ini masih jauh dari selesai dan menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten OKU.

Konflik lahan Kedaton Timur–PT GNS kini memasuki babak baru: menunggu ketegasan pemerintah dan kesediaan perusahaan membuka data kepemilikan secara transparan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan

21 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat

20 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat

19 Agustus 2026 - 22:32 WIB

36 Anggota Paskibraka OKU 2026 Dikukuhkan, Dua Siswa Sekolah Rakyat Catat Sejarah

16 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Calya Vs Truk Tangki di Prabumulih

15 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Trending di Daerah