Menu

Mode Gelap
Dari Gelap Menuju Terang, 149 KK di Dusun Noemuke Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam Sekda OKU Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran 14 Tahun WTP Beruntun, OKU Timur Perkuat Komitmen Mengawal Uang Rakyat untuk Pelayanan Publik OKU Raih WTP ke-11, Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Solid KPK OTT Bupati Muara Enim, 10 Orang Diamankan Tinggalkan Kertas, SDN 3 OKU Sukses Terapkan Ujian Berbasis Android

Nasional

Dari Gelap Menuju Terang, 149 KK di Dusun Noemuke Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam

Timor Tengah Selatan, Ogannews.com – Penantian panjang warga Dusun Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, akhirnya berakhir. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akibat belum tersentuh jaringan listrik, kini sebanyak 149 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut dapat menikmati listrik PLN selama 24 jam penuh.

Hadirnya listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) sejak Mei 2026 menjadi titik balik bagi kehidupan masyarakat setempat. Jika sebelumnya malam identik dengan kegelapan dan aktivitas warga berhenti ketika matahari terbenam, kini cahaya listrik membuka peluang baru bagi pendidikan, ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bagi warga Noemuke, listrik bukan sekadar penerangan, melainkan simbol hadirnya pembangunan dan harapan baru di daerah pelosok.

Mama Maria, salah seorang warga, mengaku sangat merasakan manfaat kehadiran listrik di rumahnya. Selama ini, ia harus mengandalkan lampu pelita berbahan bakar minyak tanah agar anak-anaknya tetap bisa belajar pada malam hari.

“Kalau dulu malam langsung gelap, anak-anak cepat tidur. Sekarang lampunya terang, mereka bisa duduk belajar lebih lama di meja. PR sekolah jadi selesai, mata juga tidak perih kena asap lagi. Kami sekeluarga senang sekali,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran listrik memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak untuk belajar dan mengejar cita-cita tanpa terkendala minimnya penerangan.

Manfaat listrik juga mulai dirasakan oleh pelaku usaha kecil di dusun tersebut. Yohanes, pemilik warung kelontong, melihat peluang baru untuk mengembangkan usahanya.

Sebelumnya, keterbatasan listrik membuat dirinya tidak dapat menyimpan produk yang membutuhkan pendingin. Kini, ia berencana membeli kulkas agar dapat menjual es batu dan minuman dingin kepada warga sekitar.

“Dulu jualan terbatas, barang cepat basi karena tidak ada pendingin. Sekarang ada listrik, saya mau coba beli kulkas kecil. Jadi bisa jual es batu dan minuman dingin untuk warga di dusun. Harapannya ada tambahan penghasilan,” katanya.

Kehadiran listrik dinilai mampu membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan tanpa harus meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan.

Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menyampaikan apresiasi atas beroperasinya jaringan listrik di Dusun Noemuke.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah TTS menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Namun pemerintah terus berupaya melakukan pemerataan pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan teknis dan ketersediaan anggaran.

“Kami berharap listrik di Noemuke ini bisa membantu anak-anak belajar lebih baik dan warga mulai mengembangkan usaha kecil di rumah,” ujarnya.

Direktur Utama  PLN⁠, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa setiap rumah yang berhasil dialiri listrik memiliki cerita dan harapan tersendiri.

Menurutnya, pembangunan jaringan listrik hingga wilayah terpencil bukan hanya soal menghadirkan energi, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan yang lebih baik.

“PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan akses listrik hingga ke pelosok negeri. Hadirnya listrik menjadi fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan,” tegas Darmawan.

Ia menambahkan, keberhasilan menghadirkan listrik di Noemuke merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

General Manager  PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur⁠, F. Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan listrik menuju Dusun Noemuke menghadapi tantangan medan berbukit dan akses yang terbatas.

Untuk mewujudkan layanan listrik bagi masyarakat, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,03 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,9 kms, serta gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.

“Wilayah seperti Noemuke memerlukan kesiapan teknis dan waktu. Dengan infrastruktur yang sudah beroperasi, kami berharap listrik ini dapat dimanfaatkan warga untuk mendukung berbagai aktivitas produktif sehari-hari,” ungkap Eko.

Kini, suasana malam di Dusun Noemuke tak lagi diselimuti gelap gulita. Lampu-lampu yang menyala di 149 rumah warga menjadi simbol perubahan sekaligus harapan baru bagi masyarakat untuk menatap masa depan yang lebih cerah, produktif, dan sejahtera. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PLN dan BDx Bangun Infrastruktur Listrik 1,2 GW untuk Data Center AI, Dorong Indonesia Jadi Hub Digital Regional

4 Juni 2026 - 15:47 WIB

PLN Tebar Berkah Iduladha 1447 H, Salurkan 2.122 Hewan Kurban untuk Warga Indonesia

2 Juni 2026 - 09:48 WIB

Berantas Mafia Tanah, Ini Cara Melapor ke Kementerian ATR/BPN

23 Mei 2026 - 12:11 WIB

Kementerian ATR/BPN Tegaskan Dukungan terhadap Proses Hukum Kasus di Kantah Kota Serang

22 Mei 2026 - 12:06 WIB

PHR Tampil Percaya Diri di IPA Convex 2026, Pamerkan Inovasi Migas hingga Komitmen Ketahanan Energi Nasional

21 Mei 2026 - 17:10 WIB

Trending di Nasional