
OKU, Ogannews.com – Senja di area bongkar muat sawit PT Karya Inti Tani (KIT) di Desa Kru, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU, berubah mencekam. Seorang pekerja, Teddi Purba (38), warga Desa Lubuk Batang Baru, meregang nyawa usai diduga tertabrak alat berat jenis loader, Senin (2/3/26) petang.
Peristiwa tragis itu kini dalam penyelidikan intensif aparat kepolisian. Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres OKU turun tangan mendalami dugaan kelalaian dalam kecelakaan kerja tersebut.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo melalui Kasatreskrim AKP Irawan Adi Candra SH, Rabu (4/3/26), menegaskan proses hukum masih berjalan dan penyidik belum menetapkan tersangka.
“Kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan. Kami telah memeriksa sejumlah saksi mata, termasuk operator loader. Belum ada penetapan tersangka karena semua harus melalui proses dan pembuktian yang matang,” tegas AKP Irawan.
Tak hanya operator, penyidik juga meminta keterangan sejumlah pejabat internal PT KIT guna mengurai secara terang bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi di area RAM perusahaan jual beli buah sawit tersebut.
Sesaat setelah insiden, personel Reskrim Polsek Lubuk Batang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti telah diamankan guna kepentingan penyelidikan.
Tim Inafis Polres OKU juga bergerak ke RSUD dr. Noesmir Baturaja untuk memastikan kondisi korban serta mendalami penyebab pasti kematian melalui pemeriksaan medis.
“Semua berproses dan dilakukan bertahap. Tim masih bekerja,” lanjut Irawan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT KIT belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Humas PT KIT, Pebri, melalui sambungan telepon belum mendapatkan respons.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa nahas itu terjadi usai korban menyelesaikan aktivitas bongkar muat buah sawit. Di tengah aktivitas alat berat yang masih beroperasi, korban diduga berada di titik blind spot hingga akhirnya tertabrak loader.
Penyidik kini mendalami kemungkinan adanya kelalaian prosedur keselamatan kerja (K3) maupun faktor human error dalam operasional alat berat tersebut.
Kasus ini menyita perhatian publik, terutama terkait standar keselamatan kerja di perusahaan perkebunan dan pengolahan sawit di wilayah OKU.
Polisi memastikan akan menuntaskan penyelidikan secara profesional dan transparan. (*)








