
OKU, Ogannews.com — Harapan warga Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) untuk terbebas dari banjir langganan akhirnya mulai menemui titik terang. Pemerintah Kabupaten OKU bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) memastikan akan segera melakukan penyedotan serta pembangunan box culvert di kawasan Jalan Dr. Mohammad Hatta, tepatnya di sekitar KUA Baturaja Timur dan Al Ma’arif.
Banjir yang kerap terjadi setiap hujan deras di wilayah tersebut selama ini disebabkan oleh buruknya sistem drainase, khususnya gorong-gorong di bawah Jalan Lintas Sumatera yang tidak lagi mampu menampung debit air.
Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, menegaskan bahwa kendala utama selama ini adalah kewenangan perbaikan yang berada di bawah pemerintah pusat, karena lokasi gorong-gorong berada di jalan nasional.
“Masalahnya ada di gorong-gorong yang berada di jalan nasional, sehingga bukan kewenangan Pemkab. Namun sejak 2023 kita terus berkoordinasi, dan InsyaAllah tahun ini akan dilakukan pembongkaran serta pembangunan bersama pihak balai jalan Kementerian PU,” ujar Teddy.
Meski kewenangan terbatas, Pemkab OKU disebut tidak tinggal diam. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pengajuan resmi hingga koordinasi lintas instansi agar permasalahan tersebut segera ditangani.
Kepala Bappelitbangda OKU, Yoyin Arifianto, menjelaskan bahwa proses pengajuan pembangunan box culvert sudah dimulai sejak akhir 2023 melalui Dinas PUPR OKU kepada BBPJN Sumatera Selatan.
Upaya tersebut terus berlanjut hingga 2024 dan 2025 melalui berbagai surat resmi, termasuk dukungan dari pemerintah kelurahan, desa, hingga institusi pendidikan yang terdampak banjir.
“Karena ini menyangkut jalan nasional, prosesnya memang membutuhkan waktu. Namun koordinasi terus dilakukan hingga akhirnya pada Februari 2026 kami mendapat kepastian bahwa box culvert dengan ukuran 1,5 meter sudah dipesan,” jelas Yoyin.
Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi terakhir pada 25 Maret 2026, pengerjaan fisik akan dimulai setelah arus mudik Lebaran guna menghindari gangguan lalu lintas di jalur utama tersebut.
Sementara itu, sebelum proyek pembangunan dimulai, Pemkab OKU melalui BPBD terus melakukan langkah-langkah darurat untuk mengurangi dampak banjir. Upaya tersebut meliputi pembersihan drainase hingga penyedotan air di titik-titik genangan.
Kepala BPBD OKU melalui Manager Pusdalops, Gunalfi, mengungkapkan bahwa pihaknya rutin menurunkan personel lengkap dengan tiga unit mesin penyedot dan satu mobil tangki setiap kali terjadi genangan.
“Setiap ada banjir, kami langsung turun melakukan penyedotan. Bahkan sebelumnya kami juga sudah melakukan pengukuran bersama BBPJN, dan dipastikan pembangunan akan segera dilakukan,” ujarnya.
Dengan dimulainya pembangunan box culvert pada April 2026 mendatang, diharapkan persoalan banjir yang selama ini meresahkan warga Sukaraya dapat teratasi secara permanen. (*)








