Menu

Mode Gelap
53 Pramuka OKU Siap Harumkan Nama Daerah di Jambore Nasional XII Cibubur PLN Tebar Promo Tambah Daya 50 Persen di GIIAS 2026 Pelantikan Siti Inshofiyah sebagai Anggota DPRD OKU Disorot, Administrasi Pengunduran Diri Guru Dipersoalkan Manajemen PT KIT Tegas Tolak Alihkan Bongkar Muat: Kami Tak Mau Ambil Risiko Hukum! Terekam CCTV, Pelarian Pencuri HP di Baturaja Berakhir di Taman Kota PLN dan Semen Baturaja Perkuat Sinergi, Bahas Keandalan Listrik hingga Rencana Tambah Daya Industri

Nasional

PLN Tebar Promo Tambah Daya 50 Persen di GIIAS 2026

Jakarta, Ogannews.com – PT PLN (Persero) memanfaatkan momentum Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk mendorong semakin banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

Melalui booth PLN di Hall 8 GIIAS 2026, perusahaan menghadirkan promo khusus berupa diskon 50 persen biaya tambah daya listrik hingga 7.700 Volt Ampere (VA).

Promo tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya pemilik kendaraan listrik yang membutuhkan kapasitas listrik lebih besar untuk melakukan pengisian daya kendaraan di rumah.

Program promo ini berlaku selama penyelenggaraan GIIAS 2026 hingga 9 Agustus 2026.

Untuk mendapatkannya, pelanggan cukup datang ke booth PLN di Hall 8, melakukan check-in melalui aplikasi PLN Mobile, kemudian mengklaim e-voucher promo tambah daya yang tersedia.

Kehadiran PLN dalam GIIAS 2026 tidak sekadar menawarkan promo. Perseroan juga menjadikan ajang otomotif tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Penguatan dilakukan melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya, pengembangan layanan digital, serta kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku industri.

Langkah tersebut dinilai penting seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, penjualan kendaraan listrik pada Semester I 2026 telah mencapai 117 ribu unit. Angka tersebut tumbuh 69,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Satu dari setiap empat mobil penumpang yang dibeli oleh masyarakat Indonesia sudah terelektrifikasi. Padahal, lima tahun yang lalu angka itu belum terbaca sama sekali,” ujar Agus.

Pertumbuhan tersebut turut diikuti perkembangan industri pendukung. Saat ini, sebanyak 16 perusahaan perakitan kendaraan listrik telah didukung oleh 332 pemasok komponen dalam negeri, yang mayoritas berasal dari industri kecil dan menengah.

Jumlah pemasok tersebut meningkat hingga 127 persen sejak program kendaraan bermotor rendah emisi dijalankan dan telah menyerap sekitar 195 ribu tenaga kerja langsung.

Dari sisi tingkat komponen dalam negeri (TKDN), kendaraan listrik yang beredar di Indonesia saat ini rata-rata memiliki kandungan lokal sekitar 40 hingga 46 persen. Bahkan, terdapat merek kendaraan listrik yang telah mengantongi sertifikasi TKDN hingga 80 persen.

“Adapun level atau TKDN, kendaraan elektrik dalam catatan kami sekarang rata-rata berada pada kisaran 40–46 persen. Bahkan ada merek yang sudah bersertifikasi TKDN sampai 80 persen,” jelas Agus.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pertumbuhan kendaraan listrik harus dibarengi dengan ekosistem yang semakin kuat dan andal.

Menurutnya, kemudahan masyarakat dalam mendapatkan akses pengisian daya menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat peralihan menuju mobilitas rendah emisi.

“PLN terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya dan berbagai kemudahan layanan bagi pelanggan,” ujar Darmawan.

Ia menegaskan, PLN akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong peningkatan adopsi kendaraan listrik.

“Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis adopsi kendaraan listrik akan terus meningkat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mempercepat transisi energi,” katanya.

Selain promo tambah daya, PLN juga mengembangkan Home Charging Services (HCS) yang memungkinkan pemilik kendaraan listrik memasang fasilitas pengisian daya di rumah.

Layanan tersebut dirancang agar pelanggan dapat mengisi daya kendaraan secara lebih mudah, praktis, dan nyaman tanpa harus selalu mengandalkan fasilitas pengisian daya publik.

Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy mengatakan, hingga Semester I 2026, jumlah layanan HCS yang telah terpasang mencapai 92.112 unit.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas pengisian daya di rumah.

“Home charging menjadi salah satu representasi komitmen PLN memudahkan pelanggan saat mengadopsi kendaraan listrik. Komitmen ini sekaligus menjadi wujud dukungan PLN terhadap pengurangan emisi karbon,” tegas Rozy.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya dilakukan di lingkungan rumah pelanggan.

PLN juga terus memperluas infrastruktur pengisian daya publik melalui kolaborasi dengan berbagai mitra untuk membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Hingga Semester I 2026, jumlah SPKLU yang telah beroperasi mencapai 5.016 unit. Sementara SPKLU khusus kendaraan roda dua mencapai 619 unit dan SPBKLU sebanyak 1.133 unit.

Rozy mengatakan, penguatan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang semakin mudah diakses masyarakat.

“Penguatan infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang semakin andal, mudah diakses, dan mampu mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Kementerian ATR/BPN, KPK, dan Pemda Se-Sulteng Sepakati Optimalisasi Kerja Sama untuk Perbaikan Pelayanan Publik, Pengelolaan Aset, dan Pendapatan Daerah

30 Juli 2026 - 18:44 WIB

Wamen Ossy Ajak Tim Ekspedisi Patriot Dukung Penataan Ruang dan Pendataan Masalah Pertanahan di Kawasan Transmigrasi

30 Juli 2026 - 18:41 WIB

Transformasi Layanan ATR/BPN, Menteri Nusron Tegaskan Penguatan SDM yang Berorientasi Pelayanan

29 Juli 2026 - 18:35 WIB

Rehat Sejenak dari Aktivitas Kantor, Kementerian ATR/BPN Adakan Slow Run Rutin Sepulang Kerja

28 Juli 2026 - 18:32 WIB

Pesan Wamen Ossy untuk Pejabat Administrator dalam PKA 2026: Harus Jadi Arsitek Perubahan

27 Juli 2026 - 10:09 WIB

Trending di Nasional