
OKU, ogannews.com – Pembangunan jalan khusus angkutan (hauling road) sepanjang kurang lebih 14 kilometer milik PT Abadi Ogan Cemerlang (AOC) di wilayah Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), resmi dimulai.
Ground breaking pembangunan infrastruktur tersebut dihadiri Wakil Bupati OKU Ir H. Marjito Bachri ST bersama Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru SH MM, Selasa (15/9/2026).
Pemerintah Kabupaten OKU berharap pembangunan jalan khusus tersebut tidak hanya menunjang kelancaran operasional perusahaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan.
Wakil Bupati OKU Marjito Bachri secara khusus meminta PT AOC mengoptimalkan keterlibatan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami berharap perusahaan dapat memaksimalkan SDM yang ada di sekitar Semidang Aji untuk kebutuhan tenaga kerja dalam pembangunan ini,” kata Marjito.
Menurut Marjito, keberadaan investasi di Kabupaten OKU diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Selain mendukung aktivitas usaha, investasi juga dinilai memiliki peran dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Pemkab OKU, lanjutnya, mengapresiasi dimulainya pembangunan jalan hauling tersebut. Infrastruktur ini dinilai dapat memperkuat konektivitas sekaligus menjadi bagian dari pengembangan investasi dan perekonomian daerah.
“Investasi inilah yang akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Marjito juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta menciptakan suasana yang kondusif. Menurutnya, iklim yang aman dan nyaman diperlukan agar aktivitas investasi di Kabupaten OKU dapat berjalan dengan baik.
Hal senada disampaikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Ia juga meminta agar pembangunan jalan hauling tersebut turut melibatkan masyarakat yang berada di sekitar wilayah proyek.
Herman Deru mengapresiasi pembangunan jalan khusus tersebut karena keberadaannya dapat mendukung kelancaran aktivitas operasional perusahaan sekaligus mengurangi penggunaan jalan umum untuk aktivitas angkutan.
“Kita sangat mengapresiasi pembangunan ini. Keberadaan jalur khusus dapat mendukung kelancaran operasional perusahaan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat di jalan umum,” ujarnya.
Prosesi ground breaking ditandai dengan penekanan sirine oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Bupati OKU Marjito Bachri.
Jalan hauling tersebut nantinya melintasi tujuh desa, yakni Desa Gunung Kuripan, Tanjung Kurung, Batanghari, Sukamerindu, Panggal-panggal, Ulak Pandan dan Keban Agung.
Direktur Operasional PT AOC, Ugi Sismarendra, mengatakan pembangunan jalan hauling merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur pendukung kegiatan operasional perusahaan.
Ia memastikan proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tersebut telah rampung.
“Pembebasan lahan untuk jalan sepanjang kurang lebih 14 kilometer ini sudah mencapai 100 persen,” kata Ugi saat menyampaikan laporan dalam kegiatan ground breaking.
Sementara itu, Direktur PT Sumbagsel Energi Sakti Pewali menyambut baik pembangunan jalan hauling PT AOC. Menurutnya, keberadaan jalur khusus tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran dan keberlanjutan pasokan batu bara menuju PLTU Sumbagsel 1.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten OKU terhadap pembangunan infrastruktur tersebut.
Selain mendukung kelancaran distribusi, penggunaan jalur khusus diharapkan dapat meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang selama ini menggunakan jalan umum.
“Dengan adanya jalur independen ini, keandalan pasokan listrik untuk masyarakat Sumsel dan jaringan Sumatera dapat terus terjaga,” ujarnya.
Pembangunan hauling road PT AOC diharapkan menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat investasi di Kabupaten OKU. Di saat yang sama, proyek tersebut diharapkan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal dan memberikan dampak ekonomi bagi wilayah yang dilintasinya.(*)









