
OKU, ogannews.com – Universitas Baturaja (Unbara) kembali mencetak ratusan lulusan baru. Sebanyak 496 sarjana dari 19 program studi resmi diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana Angkatan IX dan Program Sarjana Angkatan XXXVII Universitas Baturaja.
Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Kesenian Baturaja, Rabu (16/9/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Wisuda dipimpin Ketua Senat Universitas Baturaja, Dr Munajat SP MSi. Hadir pula Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd, Ketua TP PKK OKU Hj Zwesti Karenia Teddy, Ketua Yayasan Pendidikan Sebimbing Sekundang (YPSS) Suharmasto SKM M.Epid, perwakilan perbankan, PT Semen Baturaja Tbk, serta sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten OKU.
Rektor Universitas Baturaja, Ir Hj Linda Wati MZ MT, mengatakan 496 lulusan yang diwisuda berasal dari program magister maupun sarjana.
Dari jumlah tersebut, 89 merupakan lulusan program magister, yang terdiri atas 12 lulusan Program Studi Ekonomi Pertanian, 25 lulusan Program Studi Manajemen, dan 52 lulusan Program Studi Teknologi Pendidikan.
Sementara itu, dari jenjang sarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis meluluskan 69 mahasiswa, Fakultas Pertanian 59 mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 86 mahasiswa, Fakultas Teknik 86 mahasiswa, serta Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Hukum sebanyak 107 lulusan.
Dengan tambahan lulusan tersebut, jumlah alumni Universitas Baturaja kini mencapai 14.981 orang.
Dalam momentum wisuda kali ini, Unbara juga memberikan apresiasi kepada enam mahasiswa yang ditetapkan sebagai lulusan berprestasi.
Mereka terdiri atas lima lulusan berprestasi dari program sarjana dan satu lulusan dari program magister.
Linda Wati menyebut, Unbara saat ini memiliki tiga program studi jenjang S2, 15 program studi S1 dan satu program profesi, yakni Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Dari sisi sumber daya manusia, Unbara memiliki 140 dosen yang terdiri dari dua guru besar, 11 lektor kepala, 93 lektor dan 24 asisten ahli.
Sebanyak 31 dosen telah bergelar doktor dan 109 dosen bergelar magister. Selain itu, 19 dosen masih menempuh pendidikan doktoral, sementara 82,14 persen dosen Unbara telah tersertifikasi.
Menurut Rektor, perkembangan Unbara tidak hanya lahir dari kerja sivitas akademika, tetapi juga tidak terlepas dari kontribusi para alumni yang telah berkiprah di tengah masyarakat.
“Reputasi Universitas Baturaja di mata publik sangat ditentukan oleh kiprah dan integritas Saudara di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di hadapan para wisudawan, Linda mengingatkan bahwa tantangan lulusan perguruan tinggi saat ini semakin kompleks.
Ijazah, kata dia, bukan lagi satu-satunya modal untuk memasuki dunia kerja. Lulusan juga dituntut memiliki kompetensi, kreativitas, kemampuan beradaptasi serta karakter yang kuat.
Karena itu, Unbara terus mendorong pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa melalui dunia kerja, masyarakat, riset dan inovasi.
Komitmen tersebut diwujudkan Unbara melalui konsep kampus berdampak, dengan mengembangkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), memperkuat kerja sama dengan dunia industri dan pemerintah daerah, mengembangkan riset, serta meningkatkan program pengabdian kepada masyarakat.
“Universitas Baturaja ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang lahir dari kampus ini benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Linda.
Ia berharap mahasiswa dan alumni Unbara mampu menjadi agen perubahan, menciptakan solusi, memberdayakan masyarakat dan ikut menjadi penggerak kemajuan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan capaian terbaru Unbara di bidang akademik.
Program Studi Teknologi Pendidikan pada Program Magister Universitas Baturaja resmi memperoleh peringkat Baik Sekali berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor 1236/SK/LAMDIK/Ak/M/VII/2026 tertanggal 8 Juli 2026.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan akademik Unbara dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Kabupaten OKU.
Sementara itu, Bupati OKU H Teddy Meilwansyah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
Menurut Teddy, prosesi wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Wisuda ini bukan akhir, tetapi awal pengabdian di masa mendatang untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah,” ujar Teddy.
Bupati berharap para lulusan Unbara memiliki keterampilan dan daya saing sehingga mampu menghadapi persaingan di dunia kerja.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya menggantungkan cita-cita pada profesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), mengingat kesempatan penerimaan ASN terbatas.
Menurutnya, peluang untuk membangun karier terbuka di berbagai sektor selama para lulusan memiliki keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan.
“Jangan hanya menggantungkan cita-cita seputar ASN karena ke depan penerimaan ASN sangat terbatas. Peluang kerja terbuka luas, bukan hanya berkarier di ASN asalkan memiliki skill dan kompetitif,” tegasnya.(*)









