
Jambi, ogannews.com – Kekayaan budaya dan kearifan lokal Jambi tak hanya perlu dijaga melalui tradisi, tetapi juga diwariskan lewat tulisan. Semangat inilah yang diusung Rumah BUMN Jambi, binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), melalui kegiatan literasi bertajuk “Negeri Pusako, Kata-kata Batuah: Menulis dari Tanah Sendiri”.
Mengambil momentum Hari Sumpah Pemuda, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menggali cerita, bahasa, pengalaman, serta nilai-nilai kearifan lokal Jambi sebagai sumber inspirasi karya tulis.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas bangsa, termasuk dengan mengenali dan memperkenalkan kekayaan daerahnya sendiri.
“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa keberagaman daerah adalah kekuatan yang menyatukan Indonesia. Semangat itu bisa kita lanjutkan dengan banyak cara. Salah satunya dengan mengenali, menulis, dan memperkenalkan cerita dari tanah tempat kita tumbuh agar kekayaan lokal tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi terus hidup dari generasi ke generasi,” ujar Diksi.
Menurutnya, upaya pelestarian budaya melalui literasi juga sejalan dengan komitmen PLN dalam mengembangkan Rumah BUMN sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Pembinaan Rumah BUMN Jambi, kata Diksi, tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga diarahkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, bertukar gagasan, membangun jejaring, dan mengembangkan kreativitas.
“Rumah BUMN kami ingin hadir bukan sekadar sebagai tempat pelatihan usaha. Ia harus menjadi ruang tempat masyarakat bertemu, belajar, dan menemukan potensi dirinya. Literasi dan kemampuan bercerita juga penting, karena produk, budaya, dan potensi suatu daerah akan lebih mudah dikenal ketika ada orang-orang yang mampu menceritakannya dengan baik,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, menulis diperkenalkan sebagai lebih dari sekadar aktivitas merangkai kata. Literasi menjadi sarana untuk merekam pengalaman, menjaga ingatan kolektif, sekaligus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.
Peserta diajak melihat lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi yang tidak pernah habis. Pengalaman sehari-hari, tradisi masyarakat, bahasa daerah, hingga cerita di balik suatu produk lokal dapat menjadi bahan tulisan yang memiliki nilai dan daya tarik tersendiri.
Melalui pendekatan ini, cerita yang awalnya hanya dikenal di lingkungan terbatas berpeluang menjangkau pembaca yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional.
Salah satu peserta, Alvin Alvian, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pentingnya cerita lokal dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Selama ini kami sering fokus pada produk dan penjualan, tetapi dari kegiatan ini saya jadi melihat bahwa cerita di balik produk juga penting. Budaya, bahan lokal, proses pembuatan, sampai cerita asal-usul produk bisa menjadi inspirasi untuk pengembangan kemasan, nama produk, maupun cara kami memperkenalkannya ke konsumen. Jadi kami tidak hanya menjual barang, tetapi juga membawa cerita dari Jambi,” ungkap Alvin.
Melalui pembinaan Rumah BUMN Jambi, PLN UID S2JB berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang pengembangan kapasitas masyarakat yang relevan dengan kebutuhan dan potensi daerah.
Pemberdayaan masyarakat dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi. Penguatan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian mengembangkan potensi lokal juga menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui kegiatan literasi ini, PLN berharap semakin banyak masyarakat Jambi yang mampu mengenali kekayaan daerahnya, mengolahnya menjadi karya, serta memperkenalkannya kepada khalayak luas.
Sebab, ketika budaya dan kearifan lokal dituangkan dalam tulisan, cerita dari tanah sendiri tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi berikutnya.(*)









