Menu ✖

Mode Gelap
Kebakaran SMPN 21 OKU, Bupati Teddy Langsung Tinjau Lokasi Pemkab OKU Siapkan Arsitektur Pemerintahan Digital, Hindari Tumpang Tindih Aplikasi dan Data YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat BumDes Karang Dapo Kembangkan Ayam Petelur, Dinas PMD OKU Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa Menembus Jalan Berlumpur, Mantri BRI Alifia Naura Layani Nasabah di Pelosok OKI Curi Getah Karet, Pria di OKU Diamankan Warga hingga Diamuk Massa

OKU

BumDes Karang Dapo Kembangkan Ayam Petelur, Dinas PMD OKU Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa

OKU, Ogannews.com – Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Karang Dapo Berubah, Desa Karang Dapo, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mulai mengembangkan usaha ayam petelur sebagai salah satu upaya mendorong kemandirian ekonomi desa.

Pengembangan usaha tersebut mendapat perhatian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten OKU. Tim dari Bidang Lembaga Pemberdayaan UM Desa dan Teknologi Tepat Guna (TTG) melakukan pembinaan terhadap pengelolaan BumDes Karang Dapo pada Kamis (1/10/2026).

Kepala Desa Karang Dapo, Martina, mengatakan pembinaan tersebut salah satunya berkaitan dengan pengelolaan keuangan BumDes, khususnya usaha kandang ayam petelur yang saat ini tengah dijalankan.

Menurut Martina, usaha ayam petelur tersebut menggunakan dana ketahanan pangan desa Tahun Anggaran 2026 yang kemudian disertakan sebagai penyertaan modal kepada BumDes Karang Dapo Berubah.

“Dana yang digunakan untuk kandang ayam petelur ini merupakan dana ketahanan pangan Desa Tahun 2026 yang disertakan ke BumDes Karang Dapo Berubah. Jadi ini merupakan penyertaan modal BumDes dari dana desa Tahun 2026,” ujar Martina.

Dalam kegiatan pembinaan tersebut turut hadir Kepala Bidang Lembaga Pemberdayaan UM Desa dan TTG Dinas PMD OKU, Musadat Husni, PPTK Winda Deswita serta sejumlah staf Dinas PMD OKU.

Musadat Husni mengatakan, pengembangan ayam petelur yang dilakukan BumDes Karang Dapo memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan desa.

Ia menilai kebutuhan telur ke depan cukup besar, terlebih dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan berbagai bahan pangan sebagai bagian dari rantai pasok.

“BumDes Karang Dapo sekarang sedang menggerakkan usaha ayam petelur. Potensinya sangat menjanjikan karena kita tahu program MBG membutuhkan bahan baku,” kata Musadat.

Menurutnya, keberadaan usaha tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan keuntungan bagi BumDes, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Karena itu, pengelolaan usaha harus dilakukan secara profesional, terutama dalam hal administrasi dan pengelolaan keuangan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Dengan cara BumDes Karang Dapo mengelola ayam petelur ini, diharapkan bisa membantu meningkatkan PAD desa dan nantinya usaha ini terus dikembangkan,” jelasnya.

Musadat juga berharap langkah yang dilakukan Desa Karang Dapo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten OKU dalam memanfaatkan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui BumDes.

Menurut dia, sektor peternakan dapat menjadi salah satu alternatif usaha produktif apabila dikelola dengan perencanaan dan manajemen yang baik.

“Mungkin ke depan desa-desa yang lain di Kabupaten OKU bisa meniru Desa Karang Dapo untuk memanfaatkan program ayam petelur ini,” ujarnya.

Tak berhenti pada produksi telur, usaha tersebut juga berpeluang dikembangkan ke sektor peternakan ayam potong. Ayam petelur yang sudah memasuki masa tidak produktif dapat dimanfaatkan kembali sebagai ayam afkir untuk konsumsi.

“Ini juga bisa dikembangkan menjadi ayam potong apabila ayam petelur ini sudah tidak produktif lagi,” pungkas Musadat.

Pengembangan usaha ayam petelur tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan ekonomi jangka pendek, tetapi mampu menjadi salah satu unit usaha BumDes yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan peningkatan perekonomian Desa Karang Dapo.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Kebakaran SMPN 21 OKU, Bupati Teddy Langsung Tinjau Lokasi

6 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemkab OKU Siapkan Arsitektur Pemerintahan Digital, Hindari Tumpang Tindih Aplikasi dan Data

5 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Curi Getah Karet, Pria di OKU Diamankan Warga hingga Diamuk Massa

28 September 2026 - 08:55 WIB

Bupati OKU Lantik 11 Pejabat, Kinerja Jadi Sorotan dalam 3 Bulan

24 September 2026 - 19:47 WIB

AZKO Resmi Buka Toko Perdana di Baturaja, 70 Persen Karyawannya Putra Daerah OKU

24 September 2026 - 11:49 WIB

Trending di OKU