
OKU, ogannews.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah meninjau langsung keberadaan Vertical Dryer atau mesin pengering hasil pertanian yang berada di Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Sabtu (19/09/26).
Mesin pengering tersebut menjadi salah satu sarana pendukung bagi petani untuk mempercepat proses pengeringan berbagai komoditas pertanian, mulai dari jagung, padi hingga hasil pertanian lainnya.
Dengan kapasitas mencapai 10 ton per jam, mesin ini diperkirakan mampu mengeringkan sekitar 80 hingga 100 ton hasil pertanian dalam sehari, tergantung operasional dan kondisi hasil panen.
Bupati Teddy mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para petani di Kabupaten OKU.
Menurutnya, Vertical Dryer memiliki peran penting, terutama ketika petani memasuki musim penghujan. Kondisi cuaca yang tidak menentu selama musim hujan kerap menjadi kendala dalam proses pengeringan hasil panen secara konvensional.
“Ini sangat membantu sekali petani, terutama nanti saat musim penghujan,” ujar Teddy saat meninjau fasilitas tersebut.
Ia berharap keberadaan mesin pengering ini dapat mempercepat proses pascapanen sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian petani.
Lebih jauh, pemerintah daerah berharap dukungan fasilitas pascapanen tersebut dapat mendorong peningkatan produksi pertanian di OKU. Dengan hasil panen yang lebih cepat ditangani dan memiliki kualitas yang baik, penyerapan hasil pertanian juga diharapkan semakin optimal.
“Mudah-mudahan produksi dari petani bisa meningkat dan bisa memenuhi kebutuhan Bulog,” kata Teddy.
Keberadaan Vertical Dryer ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pertanian di daerah, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dalam penanganan hasil panen setelah keluar dari lahan.
Dengan kapasitas pengeringan yang besar, fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi solusi bagi petani ketika hasil panen melimpah maupun saat kondisi cuaca tidak mendukung proses pengeringan secara alami.(*)









