Menu ✖

Mode Gelap
Saling Bacok di Desa Durian Gara-Gara Perebutan Lahan, 4 Pria Diamankan Kebakaran SMPN 21 OKU, Bupati Teddy Langsung Tinjau Lokasi Pemkab OKU Siapkan Arsitektur Pemerintahan Digital, Hindari Tumpang Tindih Aplikasi dan Data YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat BumDes Karang Dapo Kembangkan Ayam Petelur, Dinas PMD OKU Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa Menembus Jalan Berlumpur, Mantri BRI Alifia Naura Layani Nasabah di Pelosok OKI

Berita Utama

Pencarian Selama Empat Hari, Jasad Bocah 11 Tahun Ditemukan Tersangkut Bambu di Sungai Wall

Tim gabungan mengevakuasi jasad bocah yang tenggelam empat hari lalu.

Ogannews.com – Proses pencarian seorang bocah laki-laki yang hanyut di aliran Sungai Wall, Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), akhirnya membuahkan hasil meski menyisakan duka mendalam. 

Pada hari keempat pencarian, Senin (8/4/25), tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian.

Korban diketahui bernama Padli Pardinata (11), seorang pelajar kelas 5 SD asal Blok C, Desa Sumber Bahagia, Kecamatan Lubuk Batang. Ia dinyatakan hanyut pada Sabtu (5/4) sekitar pukul 12.00 WIB, saat tengah mandi bersama dua temannya di aliran Sungai Wall, tepatnya di RT 10 Dusun 5, Desa Gunung Meraksa.

Menurut keterangan saksi, keberadaan Padli mulai dicurigai ketika seorang warga bernama Lamsir (40) menemukan sepeda listrik dan pakaian korban di tepi sungai. 

Kedua teman Padli kemudian mengaku bahwa korban sempat terseret arus deras saat berenang. Warga yang mendengar kabar tersebut segera melakukan pencarian secara manual sebelum akhirnya melibatkan Tim SAR gabungan.

Pencarian besar-besaran pun dilakukan sejak Sabtu, melibatkan unsur Basarnas OKU Raya, BPBD OKU, Polsek dan Koramil Lubuk Batang, serta perangkat desa dan warga setempat. Tim SAR menggunakan perahu karet, perahu lipat, mesin perahu, pelampung, dan dayung untuk menyusuri aliran sungai.

Tragisnya, jasad Padli ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 12.00 WIB, tersangkut di tumpukan bambu di aliran sungai, sekitar 2 kilometer dari lokasi awal ia hanyut. 

“Jenazah langsung dievakuasi ke rumah duka di Dusun II, Desa Sumber Bahagia, dan pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan otopsi serta langsung menggelar prosesi pemakaman,” beber Kanit Reskrim Polsek Lubuk Batang, Ipda Angkut.

Ia juga imbau kepada seluruh masyarakat agar tetap berhati-hati, terutama anak-anak, saat beraktivitas di sekitar sungai. 

“Saat ini debit air meningkat seiring datangnya musim hujan, sehingga sangat berbahaya,” sambung dia. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Saling Bacok di Desa Durian Gara-Gara Perebutan Lahan, 4 Pria Diamankan

7 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Kebakaran SMPN 21 OKU, Bupati Teddy Langsung Tinjau Lokasi

6 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemkab OKU Siapkan Arsitektur Pemerintahan Digital, Hindari Tumpang Tindih Aplikasi dan Data

5 Oktober 2026 - 15:14 WIB

YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat

2 Oktober 2026 - 19:53 WIB

BumDes Karang Dapo Kembangkan Ayam Petelur, Dinas PMD OKU Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa

1 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Trending di OKU