Menu

Mode Gelap
PLN Baturaja Jemput Bola, Siapkan Listrik Andal untuk Koperasi Desa Merah Putih di 5 Desa OKU Teddy ‘Sentil’ Baznas OKU: Kurangi Retorika, Perbanyak Aksi Nyata untuk Umat Demo Pedagang atau Penguasa Kios? Perumda Buka Borok Lama Pasar Baturaja Banjir Rendam Baturaja Timur, 90 KK Terima Bantuan Sembako dari Pemkab OKU Bupati OKU Jemput Investasi ke Jakarta, Dorong RDF Plant Jadi Solusi Sampah dan Energi Baru 312 Posbakum Segera Hadir di OKU Timur, Akses Keadilan Kini Menjangkau Hingga Desa

Lingkungan

Air Sungai Wal Keruh Berhari-hari, Tambang Batubara Gunung Kuripan Disorot

Pemerintah desa dan TNI- Polri sidak lokasi sungai yang tercemar.

Ogannews.com Sungai Wal yang selama ini menjadi sumber air vital bagi warga di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mendadak berubah wajah. Airnya kini keruh, berwarna kecokelatan, dan memicu kekhawatiran besar di tengah masyarakat.

Dalam beberapa hari terakhir, aliran sungai ini tidak kunjung jernih, bahkan saat hujan tidak turun sekalipun. Warga pun mencium dugaan pencemaran lingkungan.

Sumber dugaan itu mengarah ke satu titik, yakni aktivitas tambang batubara di Desa Gunung Kuripan, Kecamatan Pengandonan.

Kepala Desa Gunung Meraksa, Dahlan, membenarkan adanya perubahan drastis pada kondisi air sungai. Ia menyebut, dugaan pencemaran menguat usai sidak yang melibatkan aparat TNI/Polri, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Air Sungai Wal terlihat keruh dan kecokelatan. Kami sudah turun langsung ke lokasi bersama pihak terkait,” ujar Dahlan, Rabu (9/7/25).

Dari hasil sidak, ditemukan anak sungai bernama Sungai Lempaung yang mengalir langsung ke Sungai Wal. Anak sungai inilah yang ditengarai menjadi saluran utama pencemaran akibat aktivitas tambang yang jaraknya tak jauh dari permukiman warga.

“Kami sudah menemui pihak tambang dan melihat langsung lokasi galian di Gunung Kuripan. Dugaan kuat, dari sanalah sumbernya,” tambah Dahlan.

Situasi ini tak hanya membuat warga resah, tapi juga mengetuk perhatian legislator. Anggota DPRD OKU dari Fraksi Gerindra, Yoelandre Pratama Putra, menyatakan telah menerima laporan dari masyarakat.

“Biasanya air hanya keruh saat hujan. Tapi ini sudah berhari-hari tetap keruh, sangat meresahkan warga. Kami akan segera tindak lanjuti ke dinas teknis dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Masalah ini pun viral di media sosial. Sebuah video beredar menunjukkan kondisi tambang dan imbauan agar warga bersabar karena pihak terkait telah mulai bergerak.

Di balik derasnya air Sungai Wal yang berubah warna, tersimpan tanda tanya besar, apakah aktivitas tambang benar-benar menjadi biang keladi pencemaran?

Yang pasti, masyarakat mendesak tindakan cepat dan tegas dari pemerintah. Apalagi, lokasi tambang ini sempat dihentikan operasinya karena berada di kawasan resapan air, dan pernah memicu protes keras dari aktivis lingkungan.

Jika benar terbukti melanggar, warga berharap tidak hanya sekadar teguran atau imbauan. Tapi langkah hukum nyata, karena alam bukan ruang bebas eksploitasi tanpa batas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PLN Baturaja Jemput Bola, Siapkan Listrik Andal untuk Koperasi Desa Merah Putih di 5 Desa OKU

18 April 2026 - 12:59 WIB

Teddy ‘Sentil’ Baznas OKU: Kurangi Retorika, Perbanyak Aksi Nyata untuk Umat

18 April 2026 - 05:25 WIB

Demo Pedagang atau Penguasa Kios? Perumda Buka Borok Lama Pasar Baturaja

17 April 2026 - 19:33 WIB

Banjir Rendam Baturaja Timur, 90 KK Terima Bantuan Sembako dari Pemkab OKU

17 April 2026 - 10:32 WIB

Bupati OKU Jemput Investasi ke Jakarta, Dorong RDF Plant Jadi Solusi Sampah dan Energi Baru

17 April 2026 - 10:24 WIB

Trending di OKU