Menu

Mode Gelap
Kemarau Hampir Lima Bulan, Pemkab OKU Kerahkan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Sports and Cultural Day Tutup Super Garuda Shield 2026 Wabup OKU Temui Menteri Koperasi, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Daerah 49 Prajurit Indonesia, AS, dan Jepang Uji Kemampuan Strike and Raid Ratusan Prajurit Kostrad Pacu Adrenalin dalam Latihan Menembak Lorong SGS 2026 Alutsista Modern Disajikan, TNI dan AS Simulasikan Serangan Gabungan di Baturaja

Lingkungan

Air Sungai Wal Keruh Berhari-hari, Tambang Batubara Gunung Kuripan Disorot

Pemerintah desa dan TNI- Polri sidak lokasi sungai yang tercemar.

Ogannews.com Sungai Wal yang selama ini menjadi sumber air vital bagi warga di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mendadak berubah wajah. Airnya kini keruh, berwarna kecokelatan, dan memicu kekhawatiran besar di tengah masyarakat.

Dalam beberapa hari terakhir, aliran sungai ini tidak kunjung jernih, bahkan saat hujan tidak turun sekalipun. Warga pun mencium dugaan pencemaran lingkungan.

Sumber dugaan itu mengarah ke satu titik, yakni aktivitas tambang batubara di Desa Gunung Kuripan, Kecamatan Pengandonan.

Kepala Desa Gunung Meraksa, Dahlan, membenarkan adanya perubahan drastis pada kondisi air sungai. Ia menyebut, dugaan pencemaran menguat usai sidak yang melibatkan aparat TNI/Polri, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Air Sungai Wal terlihat keruh dan kecokelatan. Kami sudah turun langsung ke lokasi bersama pihak terkait,” ujar Dahlan, Rabu (9/7/25).

Dari hasil sidak, ditemukan anak sungai bernama Sungai Lempaung yang mengalir langsung ke Sungai Wal. Anak sungai inilah yang ditengarai menjadi saluran utama pencemaran akibat aktivitas tambang yang jaraknya tak jauh dari permukiman warga.

“Kami sudah menemui pihak tambang dan melihat langsung lokasi galian di Gunung Kuripan. Dugaan kuat, dari sanalah sumbernya,” tambah Dahlan.

Situasi ini tak hanya membuat warga resah, tapi juga mengetuk perhatian legislator. Anggota DPRD OKU dari Fraksi Gerindra, Yoelandre Pratama Putra, menyatakan telah menerima laporan dari masyarakat.

“Biasanya air hanya keruh saat hujan. Tapi ini sudah berhari-hari tetap keruh, sangat meresahkan warga. Kami akan segera tindak lanjuti ke dinas teknis dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Masalah ini pun viral di media sosial. Sebuah video beredar menunjukkan kondisi tambang dan imbauan agar warga bersabar karena pihak terkait telah mulai bergerak.

Di balik derasnya air Sungai Wal yang berubah warna, tersimpan tanda tanya besar, apakah aktivitas tambang benar-benar menjadi biang keladi pencemaran?

Yang pasti, masyarakat mendesak tindakan cepat dan tegas dari pemerintah. Apalagi, lokasi tambang ini sempat dihentikan operasinya karena berada di kawasan resapan air, dan pernah memicu protes keras dari aktivis lingkungan.

Jika benar terbukti melanggar, warga berharap tidak hanya sekadar teguran atau imbauan. Tapi langkah hukum nyata, karena alam bukan ruang bebas eksploitasi tanpa batas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Kemarau Hampir Lima Bulan, Pemkab OKU Kerahkan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak

12 September 2026 - 09:50 WIB

Wabup OKU Temui Menteri Koperasi, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Daerah

9 September 2026 - 09:48 WIB

Alutsista Modern Disajikan, TNI dan AS Simulasikan Serangan Gabungan di Baturaja

7 September 2026 - 20:00 WIB

Kapolres OKU Turun Langsung Padamkan Karhutla, Tujuh Titik Rawan Jadi Perhatian

6 September 2026 - 14:13 WIB

252 Prajurit Lima Negara Terjun dari Langit Baturaja

4 September 2026 - 20:14 WIB

Trending di Nasional