Menu ✖

Mode Gelap
Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Hukum dan Kriminal

Pria ODGJ Ditemukan Meninggal di Kebun Karet, Begini Penjelasan Polisi

Petugas kepolisian dibantu warga evakuasi korban.

Ogannews.com — Warga Dusun 6 Air Suban, Desa Batu Putih, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) digemparkan dengan penemuan sosok pria yang sudah tak bernyawa di area kebun karet milik warga setempat, Senin (3/11/25) sore.

Korban diketahui bernama Amiril (42), warga Dusun 3 Desa Batu Putih, Kecamatan Baturaja Barat. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kejadian bermula saat dua saksi, Rima Safitri (30) dan Adelina Eka Saputri (25), mendengar suara keras seperti seseorang menabrak dinding rumah mereka yang terbuat dari papan. 

Ketika diperiksa, keduanya mendapati sosok pria dalam posisi tertelungkup dan tidak bergerak.

Karena panik, saksi kemudian menghubungi tetangganya yang bernama Tari dan suaminya, Fajar, untuk memastikan kondisi korban. Setelah dicek bersama warga lainnya, korban dinyatakan sudah tidak bernyawa.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh anggota Polsek Baturaja Barat bersama perangkat desa dan masyarakat, diketahui korban adalah warga Desa Batu Putih yang diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ),” ujar Kasubsi Penmas Polres OKU, IPDA Chandra.

IPDA Chandra menjelaskan, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah orang tuanya. Berdasarkan permintaan keluarga, korban tidak dilakukan autopsi karena mereka telah menerima kematian tersebut sebagai musibah.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya terdapat cairan putih pada mulut korban yang diduga akibat kondisi medis. Menurut keterangan keluarga, korban telah lama mengidap gangguan jiwa dan rutin menjalani pengobatan di Puskesmas setempat,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga memastikan bahwa proses penanganan dilakukan sesuai prosedur, dengan melibatkan pihak keluarga dan perangkat desa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir

27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Demo di Polda Sumsel Ricuh, Dua Tersangka Ditahan

17 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Resto Raja Kuliner Baturaja Dilalap Api, 1 Jam Damkar Berjibaku

16 Oktober 2026 - 21:49 WIB

PLN Tindak Lanjuti Kebutuhan Listrik Dinas Perpustakaan Muara Enim

16 Oktober 2026 - 15:44 WIB

BPBD OKU Gelar Simulasi Penyelamatan Banjir, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

15 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Trending di OKU