Menu

Mode Gelap
Jelang HUT ke-81 RI, PLN Suplai Listrik 11 MVA untuk Industri Pelabuhan dan Batu Bara di Muara Enim PLN UP3 Lahat Nyalakan Listrik Gratis di Ponpes Babussalam, Santri Haru Sambut Cahaya Baru untuk Belajar dan Beribadah Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan” Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru Polisi Genjot Penyidikan Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura

Hukum dan Kriminal

Pria ODGJ Ditemukan Meninggal di Kebun Karet, Begini Penjelasan Polisi

Petugas kepolisian dibantu warga evakuasi korban.

Ogannews.com — Warga Dusun 6 Air Suban, Desa Batu Putih, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) digemparkan dengan penemuan sosok pria yang sudah tak bernyawa di area kebun karet milik warga setempat, Senin (3/11/25) sore.

Korban diketahui bernama Amiril (42), warga Dusun 3 Desa Batu Putih, Kecamatan Baturaja Barat. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kejadian bermula saat dua saksi, Rima Safitri (30) dan Adelina Eka Saputri (25), mendengar suara keras seperti seseorang menabrak dinding rumah mereka yang terbuat dari papan. 

Ketika diperiksa, keduanya mendapati sosok pria dalam posisi tertelungkup dan tidak bergerak.

Karena panik, saksi kemudian menghubungi tetangganya yang bernama Tari dan suaminya, Fajar, untuk memastikan kondisi korban. Setelah dicek bersama warga lainnya, korban dinyatakan sudah tidak bernyawa.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh anggota Polsek Baturaja Barat bersama perangkat desa dan masyarakat, diketahui korban adalah warga Desa Batu Putih yang diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ),” ujar Kasubsi Penmas Polres OKU, IPDA Chandra.

IPDA Chandra menjelaskan, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah orang tuanya. Berdasarkan permintaan keluarga, korban tidak dilakukan autopsi karena mereka telah menerima kematian tersebut sebagai musibah.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya terdapat cairan putih pada mulut korban yang diduga akibat kondisi medis. Menurut keterangan keluarga, korban telah lama mengidap gangguan jiwa dan rutin menjalani pengobatan di Puskesmas setempat,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga memastikan bahwa proses penanganan dilakukan sesuai prosedur, dengan melibatkan pihak keluarga dan perangkat desa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Jelang HUT ke-81 RI, PLN Suplai Listrik 11 MVA untuk Industri Pelabuhan dan Batu Bara di Muara Enim

21 Juli 2026 - 16:15 WIB

PLN UP3 Lahat Nyalakan Listrik Gratis di Ponpes Babussalam, Santri Haru Sambut Cahaya Baru untuk Belajar dan Beribadah

17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS

16 Juli 2026 - 19:48 WIB

Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan”

15 Juli 2026 - 17:30 WIB

Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru

15 Juli 2026 - 17:18 WIB

Trending di OKU