
OKU Timur, Ogannews.com – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH, MM, mengaku terkesan saat melihat langsung hasil renovasi Masjid Al Azhar Cidawang yang kini berdiri lebih megah dan representatif.
Kekagumannya disampaikan saat meresmikan masjid tersebut di Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Selasa (17/2/26).
Menurut Herman Deru, pembangunan rumah ibadah yang dilakukan melalui swadaya masyarakat dan dukungan para donatur merupakan langkah yang patut diapresiasi.
Ia menilai cara penggalangan dana yang transparan dan tidak dilakukan dengan meminta sumbangan di jalan sudah sangat tepat.
“Pembangunan seperti ini sangat baik. Dibiayai dari berbagai sumber secara terbuka tanpa harus meminta-minta di jalan. Semoga menjadi amal jariah bagi semua yang telah berkontribusi,” ujarnya.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa masjid tersebut memiliki nilai historis secara pribadi baginya.
Ia mengenang pernah menunaikan salat di lokasi tersebut ketika awal menjabat sebagai Bupati OKU Timur beberapa tahun lalu.
“Masjid ini punya kenangan tersendiri bagi saya. Saat pertama kali menjadi Bupati OKU Timur, saya pernah salat di sini. Semoga ke depan masjid ini terus mengumandangkan asma Allah dan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyampaikan terima kasih kepada para pewakaf, panitia pembangunan, serta masyarakat yang telah berperan sejak awal berdirinya masjid hingga proses renovasi rampung.
Peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, MT, MM, anggota DPD RI Hj. dr. Tenny Leriva, Ketua Ulama Umaroh Kota Palembang Ustaz Kemas Ali, serta jajaran pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.
Kehadiran gubernur secara langsung di Martapura menjadi bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap pembangunan sarana ibadah di daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Azhar Cidawang, Ropingi, menyampaikan rasa syukur atas peresmian yang dapat dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan.
Ia menjelaskan, masjid tersebut berdiri di atas tanah wakaf masyarakat yang telah ada sejak era 1980-an. Seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan dinilai perlu pembaruan sehingga dilakukan renovasi total sejak tahun lalu.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena peresmian bisa dilakukan bersama gubernur,” katanya.
Ropingi menambahkan, proses renovasi berjalan berkat dukungan masyarakat dan para donatur.
Dana tunai yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp1,5 miliar, ditambah bantuan material bangunan senilai kurang lebih Rp400 juta.
Secara keseluruhan, nilai pembangunan masjid tersebut diperkirakan mencapai Rp1,9 miliar. (*)










