Menu

Mode Gelap
Wisuda ke-6 UNMAHA Baturaja, 90 Lulusan Didorong Kuasai Teknologi dan AI Tiga Rumah Warga OKU Dibedah Lewat CSR REI-APERSI 8 Pengurus SMSI Kabupaten/Kota di Sumsel Resmi Dilantik, Jon Heri Tekankan Profesionalisme Pers Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres OKU Tekankan Pelayanan dan Keselamatan Pengendara Bupati OKU Tinjau Vertical Dryer, Bisa Keringkan hingga 100 Ton Hasil Panen per Hari 7,5 Hektare Lahan Dihibahkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi Pertama OKU Ditarget Mulai Dibangun Januari 2027

OKU

Tiga Rumah Warga OKU Dibedah Lewat CSR REI-APERSI

OKU, ogannews.com – Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali diwujudkan kalangan dunia usaha di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Real Estat Indonesia (REI) bersama Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Cabang OKU melakukan perbaikan terhadap rumah warga yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Peletakan batu pertama program bedah rumah tersebut dilakukan di kediaman Zulkifli, warga RT 002 RW 004, Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Selasa (22/9/2026) siang.

Kegiatan itu dihadiri Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, Anggota DPRD OKU Tulus Johan Efendi, serta jajaran REI dan APERSI.

Ketua REI OKU Ketut Sumarta Yasa mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial dunia usaha terhadap masyarakat melalui CSR.

Menurutnya, keterlibatan REI dalam program perbaikan RTLH telah memasuki tahun kedua.

“Khususnya bagi REI, ini adalah tahun kedua kita menyalurkan CSR untuk perbaikan RTLH. Tahun 2025 kemarin satu unit, nah tahun ini ada peningkatan menjadi dua unit,” kata Ketut.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama mereka yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi yang kurang layak.

Bukan sekadar membangun atau memperbaiki bangunan, program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan hunian yang lebih aman, sehat dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengapresiasi langkah REI dan APERSI yang ikut mengambil bagian dalam penanganan RTLH di wilayah OKU.

Menurut Teddy, keterlibatan dunia usaha menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Terima kasih kepada REI dan APERSI. Perbaikan RTLH melalui CSR ini adalah wujud perhatian kita semua kepada masyarakat. Di balik kegiatan bisnis REI dan APERSI, ada perhatian sosial untuk masyarakat,” ujar Teddy.

Teddy menilai rumah memiliki posisi penting dalam kehidupan sebuah keluarga. Selain sebagai tempat tinggal, rumah menjadi ruang untuk berkumpul, menjalankan ibadah, mendukung pendidikan anak hingga menjaga kesehatan keluarga.

Karena itu, kondisi rumah yang tidak layak huni dinilai dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan penghuninya.

“Kalau rumahnya tidak layak huni, bagaimana keluarga ini bisa membangun hal-hal tersebut. Pemkab OKU juga telah menganggarkan dana untuk program RTLH. Ke depan kita akan bergerak bersama-sama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Teddy juga memberikan perhatian khusus terhadap status penerima bantuan sosial setelah rumah mereka diperbaiki.

Ia meminta perangkat daerah dan pemerintah kecamatan melakukan pemantauan agar perbaikan rumah tidak serta-merta membuat penerima mengalami perubahan desil sehingga berpotensi kehilangan bantuan sosial.

“Tolong Pak Camat dan seluruhnya ini dipantau, jangan sampai setelah rumah ini diperbaiki desilnya malah berubah. Nanti mereka tidak dapat bantuan lagi, seperti PKH dan lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) OKU Ir. H. Muzaim Aliansyah mengungkapkan, dukungan dunia usaha melalui CSR telah memberikan dampak terhadap program penanganan RTLH di OKU.

Hingga saat ini, tercatat sembilan unit rumah tidak layak huni telah diperbaiki melalui dukungan CSR dari sejumlah perusahaan dan lembaga.

Rinciannya, dua unit berasal dari CSR REI, satu unit dari CSR APERSI, satu unit dari BPR Baturaja dan lima unit dari Bank Sumsel Babel.

“Total ada sembilan unit. Jumlah ini meningkat dua unit dari tahun 2025 lalu yang sebanyak tujuh unit,” jelas Muzaim.

Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan dukungan sektor usaha terhadap program perbaikan rumah warga di Kabupaten OKU.

Pemkab OKU berharap sinergi serupa dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang memenuhi standar kelayakan dan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati OKU bersama jajaran Forkopimda juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan alat bantu jalan kepada masyarakat penerima bantuan RTLH serta warga di sekitar lokasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Wisuda ke-6 UNMAHA Baturaja, 90 Lulusan Didorong Kuasai Teknologi dan AI

23 September 2026 - 16:15 WIB

Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres OKU Tekankan Pelayanan dan Keselamatan Pengendara

22 September 2026 - 13:30 WIB

Bupati OKU Tinjau Vertical Dryer, Bisa Keringkan hingga 100 Ton Hasil Panen per Hari

22 September 2026 - 12:06 WIB

7,5 Hektare Lahan Dihibahkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi Pertama OKU Ditarget Mulai Dibangun Januari 2027

22 September 2026 - 10:04 WIB

Gerak Cepat Perumda Tirta Raja Pulihkan Distribusi Air, Bupati Teddy Turun Pastikan Langsung

21 September 2026 - 19:47 WIB

Trending di OKU