
Palembang, Ogannews.com — Identitas korban dalam tragedi kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Lintas Sumatera, Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), mulai terungkap. Polda Sumatera Selatan melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus mempercepat proses identifikasi korban yang meninggal dunia.
Hingga update terbaru, sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, lima korban telah berhasil diidentifikasi, sementara 11 lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Korban Meninggal Dunia (Teridentifikasi)
Berikut nama-nama korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi:
- Aryanto (49), sopir mobil tangki, warga Lubuklinggau
- Martono (48), penumpang mobil tangki, warga Desa Belani, Muratara
- Alif (44), sopir Bus ALS, asal Jawa Tengah
- Saf (50), kenek bus, warga Medan
- Maleh (42), kenek bus, warga Medan
Korban Selamat
Sementara itu, empat korban selamat juga telah terdata, dengan sebagian mengalami luka bakar serius:
- Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — luka bakar, dirawat di RSUD Rupit
- Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — luka bakar, dirawat di RSUD Rupit
- Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — luka bakar, dirawat di RSUD Rupit
- M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — luka ringan
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa proses identifikasi masih terus berlangsung mengingat sebagian besar korban mengalami luka bakar berat.
“Kami terus berupaya maksimal agar seluruh korban dapat segera teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.
Saat ini, sebanyak 11 korban lainnya masih berada dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri. Proses ini melibatkan pencocokan data ante mortem dan post mortem serta uji DNA guna memastikan identitas korban secara akurat.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang menumpang Bus ALS pada rute tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling memilukan di Jalinsum tahun ini, dengan proses identifikasi korban masih menjadi fokus utama penanganan. (*)








