Menu ✖

Mode Gelap
Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga Masuki Tahap Ketiga Pilot Project, PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Berita Utama

Warga Tubohan Desak Transparansi Kompensasi Tambang Galian C

Warga Tubohan datangi perusahaan tambang galian C.

Ogannews.com – Pemerintah Kecamatan Semidang Aji memfasilitasi pertemuan mediasi antara warga Desa Tubohan dengan pihak perusahaan tambang galian C pada Kamis (21/8/25). 

Mediasi ini turut dihadiri Camat Semidang Aji Diki SSTP, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Pertemuan digelar menyusul adanya keresahan sebagian warga terkait kompensasi perusahaan kepada desa.

Kepala Desa Tubohan, Jimi Karsa, menegaskan pemerintah desa tidak pernah melakukan praktik jual beli hasil tambang dengan pihak perusahaan. 

Menurutnya, desa hanya menerima hibah berupa perbaikan saluran irigasi, pembangunan bronjong, serta bantuan untuk kegiatan sosial dan keagamaan.

“Semua bantuan ini digunakan untuk normalisasi sungai dan kebutuhan masyarakat desa. Tidak ada dana desa yang dipakai, dan tidak ada transaksi penjualan hasil tambang oleh pemerintah desa,” jelas Jimi.

Camat Semidang Aji, Diki SSTP, yang memimpin jalannya mediasi, menilai persoalan ini lebih kepada keingintahuan warga terkait bentuk kompensasi yang diberikan perusahaan.

“Perusahaan tambang sudah memiliki izin resmi dan legalitas sah. Namun, penting bagi pemerintah desa untuk lebih transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat,” ujar Diki.

Dalam forum itu, sejumlah warga mengajukan beberapa tuntutan, antara lain: kejelasan izin perusahaan, adanya perjanjian tertulis, hingga penghentian sementara aktivitas tambang. Mereka juga meminta daftar warga yang terlibat dalam aktivitas galian C.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa menegaskan bahwa penghentian tambang bukan kewenangan desa, melainkan wewenang pemerintah di tingkat lebih tinggi. Ia menjelaskan, kerjasama dengan perusahaan bermula dari kebutuhan mendesak pascabanjir besar yang merendam ratusan hektare sawah.

“Kesepakatan dengan perusahaan berawal dari penanganan banjir. Mereka membantu menggali bebatuan dan membangun bronjong untuk memperlancar aliran sungai,” jelasnya.

Meski sudah ada penjelasan, sebagian warga tetap menuntut adanya laporan tertulis mengenai bentuk hibah yang diberikan perusahaan. Permintaan ini disampaikan agar masyarakat lebih mengetahui kontribusi nyata dari perusahaan tambang.

Camat, Kapolsek, dan Danramil yang hadir menekankan pentingnya penyelesaian persoalan melalui dialog terbuka. Pertemuan pun ditutup dengan kesepakatan agar pemerintah desa menindaklanjuti aspirasi warga melalui laporan resmi demi menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Semidang Aji. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Bupati OKU Jajaki WTP Mobile, Targetkan Air Bersih Tetap Mengalir Saat Banjir

27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Resto Raja Kuliner Baturaja Dilalap Api, 1 Jam Damkar Berjibaku

16 Oktober 2026 - 21:49 WIB

BPBD OKU Gelar Simulasi Penyelamatan Banjir, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

15 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Bupati OKU Soroti Guru Terjerat Pinjol dan Judol, Minta Sekolah Berinovasi

15 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Tabrakan Dua KA Babaranjang di OKU, Lokomotif Terguling dan Belasan Gerbong Terbalik

15 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Trending di OKU