Menu

Mode Gelap
Kasad Maruli Tinjau Jembatan Gantung Pusar, Infrastruktur TNI yang Pulihkan Akses Warga Maulid Nabi di SDN 3 OKU, Murid Unjuk Bakat Sambil Belajar Akhlak Rasulullah Bupati Teddy Tekankan Pentingnya Trust Publik, Baznas OKU Diminta Transparan Sekjen ATR/BPN Jelaskan Tiga Transformasi untuk Percepat Layanan Pertanahan kepada Masyarakat BRI BO Baturaja Salurkan Bantuan CSR Mesin Pipil Jagung kepada Kelompok Tani Binaan Polres OKU Selatan Bupati Teddy Apresiasi Kinerja Tirta Raja, Dorong Pengembangan Usaha Berbasis Kajian

Pendidikan

SPNF Kabupaten OKU Gelar Workshop Asesmen Nasional dan Survei Lingkungan Belajar

Workshop Asesmen Nasional.

Ogannews.com – Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Kabupaten OKU baru-baru ini menggelar workshop mengenai Asesmen Nasional (AN) dan survei lingkungan belajar untuk pendidikan kesetaraan, Rabu (07/08/24).

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang laboratorium komputer SPNF SKB OKU. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari acara serupa yang dilaksanakan pada bulan Juli lalu.

Ketua panitia, Yuli Apriyanti, S.S, mengungkapkan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tutor pendidikan kesetaraan mengenai asesmen nasional dan survei lingkungan belajar.

“Sebanyak 15 tutor dari SPNF SKB Kabupaten OKU turut serta dalam workshop ini. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendukung pelaksanaan asesmen nasional dan survei lingkungan belajar di satuan pendidikan kesetaraan dan PAUD, serta memperluas wawasan para tutor,” ujarnya.

Kepala SPNF SKB OKU, Afrizal, S.Sos, dalam sambutannya mewakili Kadisdik OKU Drs. H. Topan Indra Fauzi MM MPd, menjelaskan bahwa asesmen nasional bertujuan memberikan gambaran mengenai kualitas pendidikan di Indonesia dan memastikan bahwa siswa mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. Hasil AN akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“AN dilaksanakan dengan tiga instrumen, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang meliputi literasi dan numerasi, survei karakter, serta survei lingkungan belajar. AKM digunakan untuk mengukur literasi membaca dan numerasi, sementara survei lingkungan belajar untuk PAUD merupakan bagian dari evaluasi program guna meningkatkan kualitas pendidikan,” jelas Afrizal.

Afrizal juga menambahkan bahwa selain Materi AN dan Sulingjar Pendidikan Kesetaraan, peserta menerima materi Sulingjar PAUD. Sulingjar PAUD yang dilaksanakan sejak tahun 2023 berbeda dari AN pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang sudah dimulai sejak 2021.

Sulingjar PAUD hanya dilakukan untuk pendidik dan kepala satuan pendidikan, bukan siswa, dengan tujuan memberikan informasi mengenai kondisi PAUD untuk perbaikan kualitas pendidikan.

“Sulingjar PAUD adalah bagian dari evaluasi sistem pendidikan yang bersifat internal dan dilakukan oleh satuan PAUD. Hasilnya dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengevaluasi kinerja dan penyelenggaraan layanan di PAUD,” pungkas Afrizal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Kasad Maruli Tinjau Jembatan Gantung Pusar, Infrastruktur TNI yang Pulihkan Akses Warga

28 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Maulid Nabi di SDN 3 OKU, Murid Unjuk Bakat Sambil Belajar Akhlak Rasulullah

28 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Bupati Teddy Tekankan Pentingnya Trust Publik, Baznas OKU Diminta Transparan

26 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Bupati Teddy Apresiasi Kinerja Tirta Raja, Dorong Pengembangan Usaha Berbasis Kajian

26 Agustus 2026 - 17:17 WIB

BRI BO Baturaja Gulirkan KUR Se OKU Raya, Komitmen Dukungan Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

26 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Trending di OKU