Menu

Mode Gelap
Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan” Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru Polisi Genjot Penyidikan Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura Viral! Perawat RSUD Martapura Dituding Lecehkan Pasien 110 Siswa Baru SDN 16 OKU Ikuti MPLS Ramah Anak, Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama PTPN I (Persero) Regional 7 Pabrik Baturaja Salurkan Santunan Anak Yatim Piatu di Wilayah Desa Lekis Rejo untuk Mempersiapkan Masuk Sekolah Pada Ajaran Baru Tahun 2026.

OKU

Permintaan Jagung Manis di OKU Melonjak Jelang Tahun Baru

Jagung manis. (Int)

Ogannews.com – Menjelang malam pergantian tahun, permintaan jagung manis di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengalami peningkatan signifikan. 

Fenomena ini dimanfaatkan oleh petani dan pedagang musiman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memanfaatkan jagung sebagai sajian khas malam tahun baru.  

Riduan, seorang petani jagung di Kecamatan Lengkiti, Kabupaten OKU, mengungkapkan bahwa permintaan jagung utuh dari pedagang musiman meningkat pesat. 

Meskipun panen raya baru diperkirakan terjadi pada Februari mendatang, ketersediaan jagung sejauh ini masih mencukupi.  

“Iya, permintaan jagung banyak, terutama untuk menyambut malam tahun baru. Biasanya digunakan untuk membuat jagung bakar,” ujar Riduan, Senin (30/12/24).  

Soal harga, Riduan menjelaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan harga tetap. Harga disesuaikan dengan permintaan pembeli, terutama jika pembelian dilakukan dalam jumlah besar atau secara borongan. 

“Kami fleksibel dalam menentukan harga untuk pedagang. Tapi untuk pembeli yang hanya membeli sedikit atau untuk konsumsi sendiri, harganya berbeda,” tambahnya.  

Di sisi lain, Irma, seorang pedagang musiman di Baturaja, menuturkan bahwa harga jagung yang dijualnya dipatok mulai dari Rp 10 ribu per kilogram untuk ukuran kecil, hingga Rp 15 ribu per kilogram untuk ukuran besar.  

“Saat ini pembeli memang belum ramai, tapi biasanya sehari sebelum malam tahun baru, jagung habis diserbu pembeli,” kata Irma optimis.  

Tradisi membakar jagung pada malam pergantian tahun telah menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat. 

Namun, bagi para petani dan pedagang, momen ini menjadi peluang emas untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat roda perekonomian lokal. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan”

15 Juli 2026 - 17:30 WIB

Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru

15 Juli 2026 - 17:18 WIB

110 Siswa Baru SDN 16 OKU Ikuti MPLS Ramah Anak, Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama

14 Juli 2026 - 17:41 WIB

PTPN I (Persero) Regional 7 Pabrik Baturaja Salurkan Santunan Anak Yatim Piatu di Wilayah Desa Lekis Rejo untuk Mempersiapkan Masuk Sekolah Pada Ajaran Baru Tahun 2026.

14 Juli 2026 - 16:05 WIB

Kerja Keras Terbayar, Tim Tari SDN 11 OKU Raih Juara II FLS3N Sumsel dan Harumkan Nama Daerah

13 Juli 2026 - 16:40 WIB

Trending di OKU