Menu

Mode Gelap
Bandar Narkoba di OKU Tusuk Polisi Saat Ditangkap, Brigpol Joni Jalani Operasi Intensif SMBR Berbagi Berkah Idul Adha, 17 Sapi Qurban Disalurkan untuk Masyarakat Ring I Dua Pelaku Begal Sadis di 7 Ulu Palembang Ditangkap, Empat Rekannya Masih Diburu Polisi Gandeng 17 Lembaga Kursus, Teddy Ingin Anak Muda OKU Punya Skill dan Pekerjaan Petani OKU Timur Kompak Dukung Swasembada Pangan Prabowo, Harga Gabah Tembus Rp7.000 per Kg Komitmen Besar Pemkab OKU: SPMB Harus Jujur, Adil dan Bebas Titipan

OKU

Permintaan Jagung Manis di OKU Melonjak Jelang Tahun Baru

Jagung manis. (Int)

Ogannews.com – Menjelang malam pergantian tahun, permintaan jagung manis di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengalami peningkatan signifikan. 

Fenomena ini dimanfaatkan oleh petani dan pedagang musiman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memanfaatkan jagung sebagai sajian khas malam tahun baru.  

Riduan, seorang petani jagung di Kecamatan Lengkiti, Kabupaten OKU, mengungkapkan bahwa permintaan jagung utuh dari pedagang musiman meningkat pesat. 

Meskipun panen raya baru diperkirakan terjadi pada Februari mendatang, ketersediaan jagung sejauh ini masih mencukupi.  

“Iya, permintaan jagung banyak, terutama untuk menyambut malam tahun baru. Biasanya digunakan untuk membuat jagung bakar,” ujar Riduan, Senin (30/12/24).  

Soal harga, Riduan menjelaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan harga tetap. Harga disesuaikan dengan permintaan pembeli, terutama jika pembelian dilakukan dalam jumlah besar atau secara borongan. 

“Kami fleksibel dalam menentukan harga untuk pedagang. Tapi untuk pembeli yang hanya membeli sedikit atau untuk konsumsi sendiri, harganya berbeda,” tambahnya.  

Di sisi lain, Irma, seorang pedagang musiman di Baturaja, menuturkan bahwa harga jagung yang dijualnya dipatok mulai dari Rp 10 ribu per kilogram untuk ukuran kecil, hingga Rp 15 ribu per kilogram untuk ukuran besar.  

“Saat ini pembeli memang belum ramai, tapi biasanya sehari sebelum malam tahun baru, jagung habis diserbu pembeli,” kata Irma optimis.  

Tradisi membakar jagung pada malam pergantian tahun telah menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat. 

Namun, bagi para petani dan pedagang, momen ini menjadi peluang emas untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat roda perekonomian lokal. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Bandar Narkoba di OKU Tusuk Polisi Saat Ditangkap, Brigpol Joni Jalani Operasi Intensif

26 Mei 2026 - 17:49 WIB

SMBR Berbagi Berkah Idul Adha, 17 Sapi Qurban Disalurkan untuk Masyarakat Ring I

26 Mei 2026 - 10:02 WIB

Gandeng 17 Lembaga Kursus, Teddy Ingin Anak Muda OKU Punya Skill dan Pekerjaan

25 Mei 2026 - 22:07 WIB

Komitmen Besar Pemkab OKU: SPMB Harus Jujur, Adil dan Bebas Titipan

25 Mei 2026 - 18:54 WIB

Video Asusila Tersebar di Sekolah, Siasat Bejat Pemuda di OKU Setubuhi Pacar Sambil Direkam Akhirnya Terbongkar!

24 Mei 2026 - 16:30 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal