Menu

Mode Gelap
Bayi 3 Bulan Jadi Sasaran, Ayah Berdalih Kesal Dengar Tangisan 446 Kantor BPN Terapkan Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan ATR/BPN Ubah Struktur Kantor Pertanahan, Kini Berbasis Wilayah untuk Percepat Layanan

Lifestyle

Setelah Menikah, Masih Wajib Urus Orang Tua? Ini Jawaban Bijaknya!

Foto: ilustrasi hukum mengurus orang tua setelah menikah.

Ogannews.com – Pernikahan adalah fase baru dalam hidup. Tapi, bukan berarti setelah akad selesai, tanggung jawab terhadap orang tua jadi selesai juga, ya. Justru di sinilah ujian sejatinya dimulai. Banyak yang masih bertanya-tanya: Apakah anak tetap wajib mengurus orang tua setelah menikah?

Jawabannya: YA, masih wajib. Ayo kita bahas lebih jauh kenapa tanggung jawab ini tetap ada meski kamu sudah berumah tangga.

 

  1. Dalam Pandangan Agama: Berbakti Gak Kenal Status

Berbakti kepada orang tua dalam Islam dianggap sebagai salah satu amal yang sangat mulia. Menikah bukan berarti berhenti berbakti. Rasulullah SAW bersabda:

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua,” (HR. Tirmidzi)

Artinya? Meski sudah menikah, kamu tetap punya kewajiban secara moral dan batin untuk peduli sama orang tua—baik secara fisik, perasaan, maupun materi (kalau memang memungkinkan).

 

  1. Dari Sisi Hukum: Ada Kewajiban, Bukan Cuma Pilihan

Dalam Undang-Undang Perkawinan Pasal 46, disebutkan bahwa ketika orang tua tidak lagi sanggup secara fisik atau materi, anak yang sudah dewasa tetap harus bertanggung jawab merawat mereka.

Jadi, ini bukan cuma norma sosial, tapi juga diatur secara hukum. Gak melulu soal enak-enakan, tapi kalau anak sampai ngabaikan orang tua, bisa kena masalah hukum juga, guys.

 

  1. Perspektif Budaya: Balas Budi Itu Etika, Bro!

Di Indonesia, budaya timur sangat menjunjung tinggi nilai balas budi. Dari kecil dirawat, sekolahin, sampai dikasih makan tiap hari supaya kamu bisa mandiri dan kerja—itu semua hasil pengorbanan orang tua, lho. Masa pas mereka tua, kamu lepas tangan?

Banyak orang bilang: “Kalau udah nikah, fokus ke keluarga sendiri dong.”

Betul. Meski prioritas udah beda, bukan berarti boleh acuh sama orang tua. Tanggung jawab harus tetap dijaga.

 

  1. Gimana Kalau Pasangan Gak Satu Frekuensi?

Nah, ini nih yang kadang jadi dilema. Salah satu pasangan merasa kurang nyaman kalau suami atau istri terlalu perhatian ke orang tuanya. Padahal, justru dukungan pasangan dalam berbakti itu penting.

Tipsnya:

  • Komunikasikan sejak awal pernikahan bahwa kamu tetap ingin merawat orang tua.
  • Atur bareng pasangan, misalnya soal kapan main ke rumah orang tua, bantu biaya, atau bagi tugas jaga kalau mereka lagi kurang sehat.
  • Libatkan pasangan dalam prosesnya, biar jadi bagian dari keluarga besar, bukan cuma “penonton”.

 

  1. Gak Harus Selalu Uang, Perhatian Itu Juga Penting

Merawat orang tua itu nggak melulu soal terus-terusan ngasih duit. Kadang, orang tua cuma butuh ditelepon, dikunjungi, atau diperhatikan. Hal-hal kecil kayak itu sering lebih berarti daripada transferan nominal besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Tari Rentak Pinggan OKU Pukau Gala Dinner Festival Danau Ranau XXIV dan Sriwijaya Grand Fondo 7

15 November 2025 - 09:05 WIB

Tak Kenal Usia, Jauhari 56 Tahun Akhirnya Resmi Jadi ASN PPPK Paruh Waktu di OKU

31 Oktober 2025 - 13:45 WIB

Kenapa Malam Minggu Bisa Jadi Momen Emosional Bagi Banyak Orang?

7 Juni 2025 - 14:00 WIB

7 Resep Olahan Daging Kurban yang Lezat, Mudah Dibuat, dan Anti-Bosan

4 Juni 2025 - 08:28 WIB

Capek Sama Hari Senin? Ikuti Cara Simpel Ini Biar Kamu Semangat Terus!

2 Juni 2025 - 07:26 WIB

Trending di Lifestyle