Menu

Mode Gelap
Dipercaya Jaga Rumah, Kakak Ipar Malah Gasak Motor dan HP Adik Warga dan PLN Bergotong Royong Pangkas Pohon di Bawah Jaringan Listrik, Pasokan Listrik OKU Selatan Makin Andal PLN Perkuat Keandalan Listrik Pelanggan Industri, CT/PT di PT Barus Family Jaya Jalani Pemeliharaan Preventif Jelang HUT ke-81 RI, PLN Suplai Listrik 11 MVA untuk Industri Pelabuhan dan Batu Bara di Muara Enim PLN UP3 Lahat Nyalakan Listrik Gratis di Ponpes Babussalam, Santri Haru Sambut Cahaya Baru untuk Belajar dan Beribadah Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS

OKU

Tak Kenal Usia, Jauhari 56 Tahun Akhirnya Resmi Jadi ASN PPPK Paruh Waktu di OKU

Jauhari.

Ogannews.com – Di antara ribuan wajah bahagia dalam prosesi pengukuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), ada satu sosok yang mencuri perhatian. 

Dialah Jauhari, pria berusia 56 tahun yang akhirnya menggapai mimpinya menjadi bagian dari aparatur sipil negara, setelah lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai tenaga kebersihan.

Di usianya yang tak lagi muda, Jauhari membuktikan bahwa kerja keras, ketulusan, dan semangat pantang menyerah selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan.

Pengukuhan PPPK Paruh Waktu ini dilakukan langsung oleh Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, di mana tercatat 3.068 tenaga honorer resmi menyandang status ASN PPPK Paruh Waktu. Dari jumlah itu, terdiri atas 2.362 tenaga teknis, 357 tenaga guru, dan 349 tenaga kesehatan.

Menariknya, tak semua yang dikukuhkan berasal dari kalangan muda. Jauhari menjadi salah satu bukti bahwa usia bukan penghalang untuk berjuang dan berbakti bagi negeri.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati OKU atas kesempatan ini. Akhirnya, perjuangan panjang saya terbayar,” ungkap Jauhari penuh haru, Jumat (31/10). 

Ia mulai bekerja sebagai tenaga kebersihan di Kantor Kotip Baturaja pada tahun 1993 dengan gaji hanya Rp60 ribu per bulan. 

Empat tahun kemudian, ia pindah ke Dinas Kebersihan Pasar, lalu sejak awal tahun 2000-an hingga kini mengabdi di Sekretariat DPRD OKU dengan gaji Rp700 ribu.

Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan semangat besar. Jauhari tak pernah menyerah pada keadaan. Demi memenuhi persyaratan administrasi PPPK, ia rela mengikuti pendidikan sekolah paket di usia yang sudah tidak muda lagi. Itu menjadi bukti nyata bahwa belajar dan berjuang tak mengenal waktu.

“Kalau saya yang sudah 56 tahun masih bisa berjuang, anak muda tentu lebih bisa. Jangan cepat menyerah, terus kejar apa pun cita-cita kalian,” pesan Jauhari dengan senyum tulus.

Kepala BKPSDM OKU, Mirdaili (Ameng), mengungkapkan bahwa dari total 3.085 formasi yang disiapkan, sebanyak 3.068 orang dinyatakan memenuhi syarat.

“Sebanyak 17 orang tidak memenuhi syarat karena berbagai alasan, mulai dari tidak melengkapi berkas, mengundurkan diri, hingga tidak aktif lagi,” jelasnya.

Kisah Jauhari menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang masih berjuang dari bawah. Di usianya yang ke-56 tahun, semangatnya mengabdi tanpa pamrih menjadi contoh nyata bahwa pengabdian tak pernah mengenal batas usia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Dipercaya Jaga Rumah, Kakak Ipar Malah Gasak Motor dan HP Adik

26 Juli 2026 - 21:44 WIB

PLN Perkuat Keandalan Listrik Pelanggan Industri, CT/PT di PT Barus Family Jaya Jalani Pemeliharaan Preventif

22 Juli 2026 - 18:10 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, PLN Suplai Listrik 11 MVA untuk Industri Pelabuhan dan Batu Bara di Muara Enim

21 Juli 2026 - 16:15 WIB

PLN UP3 Lahat Nyalakan Listrik Gratis di Ponpes Babussalam, Santri Haru Sambut Cahaya Baru untuk Belajar dan Beribadah

17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS

16 Juli 2026 - 19:48 WIB

Trending di OKU