
Kepala SDN 3 OKU, Nopriadi pada gelar karya P5.
Ogannews.com – Nuansa budaya daerah yang kental menyelimuti halaman SDN 3 Ogan Komering Ulu (OKU) pada Sabtu (31/5/25) saat sekolah ini menggelar Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Bertema kearifan lokal, acara ini menjadi sorotan karena melibatkan ratusan siswa dari berbagai jenjang kelas dan menyuguhkan karya budaya yang sarat nilai edukatif.
Kegiatan dibagi dalam tiga fase berdasarkan tingkat kelas. Fase A (kelas 1 dan 2) menghadirkan permainan tradisional, Fase B (kelas 3 dan 4) memamerkan ragam kuliner khas daerah, sementara Fase C yang diikuti siswa kelas 5 menampilkan pertunjukan tarian kreasi yang memukau para penonton.
“Kelas 6 tidak terlibat karena sedang mengikuti asesmen sumatif akhir sekolah. Maka, Fase C hanya diikuti kelas 5,” jelas Kepala SDN 3 OKU, Nopriadi, S.Pd, saat diwawancarai di sela acara.
Menurutnya, kegiatan ini tak sekadar ajang unjuk kebolehan, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa sebagai pelajar yang mencintai budaya dan menjunjung nilai-nilai Pancasila.
“Lewat tema kearifan lokal, kami ingin menanamkan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Budaya lokal itu keren dan harus dilestarikan,” tegas Nopriadi.
Ia menambahkan, kegiatan Gelar Karya ini juga menjadi bagian dari penilaian proses pembelajaran yang lebih menyentuh aspek afektif dan keterampilan.
Siswa tidak hanya diajak memahami budaya lewat teori, tetapi juga melalui praktik langsung dan pengalaman nyata.
“Dengan terlibat langsung membuat karya, tampil di depan umum, dan mengenalkan budaya daerah, siswa mendapat pengalaman belajar yang jauh lebih bermakna,” tambahnya.
Nopriadi turut memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa yang dinilainya menjadi kunci suksesnya acara ini.
“Tanpa dukungan semua pihak, acara ini tidak akan semeriah dan semakna ini. Terima kasih atas kerja samanya,” ucapnya.
Gelaran ini pun disambut antusias oleh para orang tua yang hadir langsung untuk menyaksikan penampilan anak-anak mereka. Tak sedikit yang mengabadikan momen langka ini sebagai bentuk kebanggaan akan pelestarian budaya sejak dini. (*)







