Menu

Mode Gelap
446 Kantor BPN Terapkan Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Maksimal 7 Hari Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan ATR/BPN Ubah Struktur Kantor Pertanahan, Kini Berbasis Wilayah untuk Percepat Layanan Upacara HUT ke-81 RI di OKU Timur Khidmat, Lanosin Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Pendidikan

Meriah! SDN 3 OKU Hidupkan Budaya Lokal Lewat Gelar Karya P5

Kepala SDN 3 OKU, Nopriadi pada gelar karya P5.

Ogannews.com Nuansa budaya daerah yang kental menyelimuti halaman SDN 3  Ogan Komering Ulu (OKU) pada Sabtu (31/5/25) saat sekolah ini menggelar Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Bertema kearifan lokal, acara ini menjadi sorotan karena melibatkan ratusan siswa dari berbagai jenjang kelas dan menyuguhkan karya budaya yang sarat nilai edukatif.

Kegiatan dibagi dalam tiga fase berdasarkan tingkat kelas. Fase A (kelas 1 dan 2) menghadirkan permainan tradisional, Fase B (kelas 3 dan 4) memamerkan ragam kuliner khas daerah, sementara Fase C yang diikuti siswa kelas 5 menampilkan pertunjukan tarian kreasi yang memukau para penonton.

“Kelas 6 tidak terlibat karena sedang mengikuti asesmen sumatif akhir sekolah. Maka, Fase C hanya diikuti kelas 5,” jelas Kepala SDN 3 OKU, Nopriadi, S.Pd, saat diwawancarai di sela acara.

Menurutnya, kegiatan ini tak sekadar ajang unjuk kebolehan, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa sebagai pelajar yang mencintai budaya dan menjunjung nilai-nilai Pancasila.

“Lewat tema kearifan lokal, kami ingin menanamkan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Budaya lokal itu keren dan harus dilestarikan,” tegas Nopriadi.

Ia menambahkan, kegiatan Gelar Karya ini juga menjadi bagian dari penilaian proses pembelajaran yang lebih menyentuh aspek afektif dan keterampilan.

Siswa tidak hanya diajak memahami budaya lewat teori, tetapi juga melalui praktik langsung dan pengalaman nyata.

“Dengan terlibat langsung membuat karya, tampil di depan umum, dan mengenalkan budaya daerah, siswa mendapat pengalaman belajar yang jauh lebih bermakna,” tambahnya.

Nopriadi turut memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa yang dinilainya menjadi kunci suksesnya acara ini.

“Tanpa dukungan semua pihak, acara ini tidak akan semeriah dan semakna ini. Terima kasih atas kerja samanya,” ucapnya.

Gelaran ini pun disambut antusias oleh para orang tua yang hadir langsung untuk menyaksikan penampilan anak-anak mereka. Tak sedikit yang mengabadikan momen langka ini sebagai bentuk kebanggaan akan pelestarian budaya sejak dini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Serunya Lomba 17-an di SDN 3 OKU, Siswa dan Guru Sama-sama Semangat

20 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Hujan Deras Ganggu Jaringan Listrik, PLN ULP Lembayung Kerahkan 31 Personel Pulihkan Listrik di Lahat

19 Agustus 2026 - 22:32 WIB

36 Anggota Paskibraka OKU 2026 Dikukuhkan, Dua Siswa Sekolah Rakyat Catat Sejarah

16 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Calya Vs Truk Tangki di Prabumulih

15 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Hari Pramuka ke-65, Bupati OKU Dorong Generasi Muda Mandiri dan Berkontribusi Nyata

14 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Trending di Daerah