
Ogannews.com – Sebanyak 65.328 siswa SD hingga SMP di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) perdana yang digelar Dinas Kesehatan OKU pada Senin (11/08/25).
Program ini menjadi langkah awal pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini, sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis di seluruh sekolah Indonesia.
Namun, hasil awal cukup mengkhawatirkan. Gangguan penglihatan menjadi temuan terbanyak, terutama rabun jauh (minus) pada siswa. Tim medis menduga kebiasaan bermain gadget terlalu lamamenjadi salah satu pemicu utama.
Bupati OKU Teddy Meilwansyah, yang meninjau langsung kegiatan di SDN 11 OKU dan SMPN 1 OKU, mengaku terkejut dengan temuan tersebut.
“Banyak anak SD dan SMP yang matanya bermasalah. Dugaan kami, salah satunya akibat penggunaan gadget berlebihan,” ujarnya.
Teddy pun mengimbau orang tua membatasi dan mengawasi penggunaan perangkat digital pada anak. Meski begitu, ia memastikan hasil pemeriksaan untuk aspek kesehatan lainnya masih dalam batas normal.
Untuk siswa SD (7–12 tahun), pemeriksaan meliputi 14 item kesehatan, mulai dari status gizi, kesehatan gigi, tekanan darah, gula darah, skrining TB, pemeriksaan mata, telinga, kesehatan jiwa, fungsi hati, kesehatan reproduksi, hingga riwayat imunisasi.
Sementara untuk siswa SMP (13–15 tahun), pemeriksaan serupa dilakukan dengan tambahan skrining talasemia, anemia, dan imunisasi HPV khusus siswi kelas 9.
Kepala Dinas Kesehatan OKU Deddy Wijaya menjelaskan, pemeriksaan dilakukan serentak di seluruh sekolah dengan melibatkan tenaga medis puskesmas dan tim Dinkes.
“Targetnya, semua anak sekolah di OKU bisa diperiksa hingga tuntas,” tegasnya.
Program tersebut dijadwalkan setahun sekali, namun layanan rujukan di puskesmas dan rumah sakit tetap terbuka sepanjang tahun bagi siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Dengan cakupan yang menyasar puluhan ribu pelajar, Pemkab OKU berharap CKG menjadi benteng kesehatan generasi muda, mencegah penyakit sejak dini, dan memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. (*)









