Menu

Mode Gelap
Gandeng 17 Lembaga Kursus, Teddy Ingin Anak Muda OKU Punya Skill dan Pekerjaan Petani OKU Timur Kompak Dukung Swasembada Pangan Prabowo, Harga Gabah Tembus Rp7.000 per Kg Komitmen Besar Pemkab OKU: SPMB Harus Jujur, Adil dan Bebas Titipan Video Asusila Tersebar di Sekolah, Siasat Bejat Pemuda di OKU Setubuhi Pacar Sambil Direkam Akhirnya Terbongkar! Rekayasa “Amuk Massa” di Kebun Kopi OKU Selatan Terbongkar, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pembunuhan OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan

Daerah

25 Desa di OKU Dapat 1.000 Buku Baru, Perpustakaan Desa Siap Jadi Pusat Literasi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan OKU, Ahmad Azhar.

Ogannews.com – Gerakan literasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) semakin mendapat perhatian serius. Tahun 2025, sebanyak 25 desa di OKU dipastikan menerima tambahan koleksi buku dari pemerintah pusat. 

Setiap desa memperoleh 1.000 judul buku baru yang diharapkan dapat menghidupkan kembali peran perpustakaan desa sebagai pusat pengetahuan masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan OKU, Ahmad Azhar, melalui Sekretaris Dinas Kodirin S.Sos, menegaskan bahwa bantuan buku ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan minat baca di tengah gempuran teknologi digital.

“Selama ini perpustakaan desa sering terabaikan. Dengan adanya tambahan koleksi, masyarakat desa punya lebih banyak pilihan bacaan, bukan hanya untuk pelajar, tapi juga untuk orang tua, pelaku usaha, hingga masyarakat umum,” ujar Kodirin, Selasa (30/9/25).

Ia menjelaskan, literasi tidak boleh berhenti di bangku sekolah. Perpustakaan desa harus menjadi ruang inklusif untuk belajar, berdiskusi, hingga membuka peluang ekonomi melalui program perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Meski begitu, Kodirin tak menampik masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Mulai dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pengelola, minimnya anggaran, hingga rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca.

“Karena itu, kami rutin melakukan pendampingan dan pelatihan teknis agar perpustakaan desa tidak hanya jadi simbol, tapi benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Harapannya, desa yang menerima bantuan ini bisa menjadi contoh bagi desa lainnya,” tambahnya.

Dengan hadirnya tambahan ribuan buku ini, pemerintah berharap perpustakaan desa kembali menjadi jantung literasi masyarakat desa dan mampu menumbuhkan budaya membaca dari tingkat paling dasar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Gandeng 17 Lembaga Kursus, Teddy Ingin Anak Muda OKU Punya Skill dan Pekerjaan

25 Mei 2026 - 22:07 WIB

Komitmen Besar Pemkab OKU: SPMB Harus Jujur, Adil dan Bebas Titipan

25 Mei 2026 - 18:54 WIB

Video Asusila Tersebar di Sekolah, Siasat Bejat Pemuda di OKU Setubuhi Pacar Sambil Direkam Akhirnya Terbongkar!

24 Mei 2026 - 16:30 WIB

OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan

24 Mei 2026 - 08:36 WIB

Setelah DJKA, Kini PT KAI Sambut Positif Flyover Pasar Tempel

22 Mei 2026 - 20:20 WIB

Trending di OKU