Menu

Mode Gelap
Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya PTPN 1 Regional 7 Baturaja Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Sekolah di Lekis Rejo Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf, Menteri ATR/Kepala BPN Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah Pemkab OKU Timur Gandeng Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan OKU Borong 3 Penghargaan Nasional di TOP BUMD Awards 2026, Teddy Meilwansyah Raih Pembina Terbaik Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

OKU

Tak Kenal Usia, Jauhari 56 Tahun Akhirnya Resmi Jadi ASN PPPK Paruh Waktu di OKU

Jauhari.

Ogannews.com – Di antara ribuan wajah bahagia dalam prosesi pengukuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), ada satu sosok yang mencuri perhatian. 

Dialah Jauhari, pria berusia 56 tahun yang akhirnya menggapai mimpinya menjadi bagian dari aparatur sipil negara, setelah lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai tenaga kebersihan.

Di usianya yang tak lagi muda, Jauhari membuktikan bahwa kerja keras, ketulusan, dan semangat pantang menyerah selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan.

Pengukuhan PPPK Paruh Waktu ini dilakukan langsung oleh Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, di mana tercatat 3.068 tenaga honorer resmi menyandang status ASN PPPK Paruh Waktu. Dari jumlah itu, terdiri atas 2.362 tenaga teknis, 357 tenaga guru, dan 349 tenaga kesehatan.

Menariknya, tak semua yang dikukuhkan berasal dari kalangan muda. Jauhari menjadi salah satu bukti bahwa usia bukan penghalang untuk berjuang dan berbakti bagi negeri.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati OKU atas kesempatan ini. Akhirnya, perjuangan panjang saya terbayar,” ungkap Jauhari penuh haru, Jumat (31/10). 

Ia mulai bekerja sebagai tenaga kebersihan di Kantor Kotip Baturaja pada tahun 1993 dengan gaji hanya Rp60 ribu per bulan. 

Empat tahun kemudian, ia pindah ke Dinas Kebersihan Pasar, lalu sejak awal tahun 2000-an hingga kini mengabdi di Sekretariat DPRD OKU dengan gaji Rp700 ribu.

Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan semangat besar. Jauhari tak pernah menyerah pada keadaan. Demi memenuhi persyaratan administrasi PPPK, ia rela mengikuti pendidikan sekolah paket di usia yang sudah tidak muda lagi. Itu menjadi bukti nyata bahwa belajar dan berjuang tak mengenal waktu.

“Kalau saya yang sudah 56 tahun masih bisa berjuang, anak muda tentu lebih bisa. Jangan cepat menyerah, terus kejar apa pun cita-cita kalian,” pesan Jauhari dengan senyum tulus.

Kepala BKPSDM OKU, Mirdaili (Ameng), mengungkapkan bahwa dari total 3.085 formasi yang disiapkan, sebanyak 3.068 orang dinyatakan memenuhi syarat.

“Sebanyak 17 orang tidak memenuhi syarat karena berbagai alasan, mulai dari tidak melengkapi berkas, mengundurkan diri, hingga tidak aktif lagi,” jelasnya.

Kisah Jauhari menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang masih berjuang dari bawah. Di usianya yang ke-56 tahun, semangatnya mengabdi tanpa pamrih menjadi contoh nyata bahwa pengabdian tak pernah mengenal batas usia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PTPN 1 Regional 7 Baturaja Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Sekolah di Lekis Rejo

16 April 2026 - 19:13 WIB

OKU Borong 3 Penghargaan Nasional di TOP BUMD Awards 2026, Teddy Meilwansyah Raih Pembina Terbaik

15 April 2026 - 12:46 WIB

Bupati OKU Pelajari Teknologi Budidaya Ikan Air Tawar di Sukabumi

10 April 2026 - 10:55 WIB

Pemkab Merangin dan PLN Bersihkan Kota Bangko, Lingkungan Kinclong Jaringan Listrik Aman

8 April 2026 - 13:12 WIB

Tak Diberi Uang Judol, Pemuda di Lahat Tega Mutilasi Ibu Kandung

8 April 2026 - 13:00 WIB

Trending di Berita Utama