Menu ✖

Mode Gelap
Kebakaran SMPN 21 OKU, Bupati Teddy Langsung Tinjau Lokasi Pemkab OKU Siapkan Arsitektur Pemerintahan Digital, Hindari Tumpang Tindih Aplikasi dan Data YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat BumDes Karang Dapo Kembangkan Ayam Petelur, Dinas PMD OKU Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa Menembus Jalan Berlumpur, Mantri BRI Alifia Naura Layani Nasabah di Pelosok OKI Curi Getah Karet, Pria di OKU Diamankan Warga hingga Diamuk Massa

Kesehatan & Kecantikan

Sebelum Nyamuk Menyerbu, Dinkes OKU Sudah Siapkan 18 Mesin Fogging Anyar

Dinkes OKU bagikan 18 fogging baru.

Ogannews.com – Menyambut musim hujan yang kerap menjadi “panggung utama” bagi nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tak mau tinggal diam. 

Langkah proaktif pun digulirkan dengan membagikan 18 unit alat fogging baru ke seluruh Puskesmas di wilayah OKU pada Jumat (28/11/25). 

Penyerahan alat fogging dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya kepada perwakilan 18 Puskesmas. 

Ia menegaskan bahwa penguatan armada fogging ini merupakan bagian dari antisipasi dini menghadapi potensi lonjakan kasus DBD di musim penghujan.

“Ini alat fogging baru yang kita berikan kepada seluruh Puskesmas di kecamatan-kecamatan di OKU untuk mempercepat respon jika muncul kasus,” ujar Deddy usai kegiatan.

Deddy menjelaskan, penyaluran alat fogging ini adalah bentuk kesiapsiagaan Dinkes OKU, khususnya di daerah yang memiliki riwayat kasus DBD tinggi. Upaya ini sekaligus mendukung visi-misi Bupati dan Wakil Bupati OKU dalam program Sayangi OKU: Sejahtera, Nyaman, dan Religius, terutama peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Dengan tambahan baru tersebut, kini total armada fogging yang dimiliki Dinkes OKU dan jajaran Puskesmas mencapai 25 unit yang siap siaga menghadapi potensi penyebaran DBD.

Meski fogging menjadi langkah intervensi cepat, Dinkes OKU tetap mengingatkan bahwa pencegahan utama justru terletak pada perilaku hidup bersih masyarakat melalui 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penampungan air atau mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air, serta menaburkan abate bila diperlukan 

“Kami sangat berharap partisipasi masyarakat. Fogging memang cepat, tapi perilaku menjaga kebersihan lingkungan jauh lebih efektif mencegah DBD,” tegas Deddy. 

Dengan penguatan peralatan dan edukasi yang terus digencarkan, Dinkes OKU berharap kasus DBD dapat ditekan seminimal mungkin sepanjang musim penghujan tahun ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Kebakaran SMPN 21 OKU, Bupati Teddy Langsung Tinjau Lokasi

6 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemkab OKU Siapkan Arsitektur Pemerintahan Digital, Hindari Tumpang Tindih Aplikasi dan Data

5 Oktober 2026 - 15:14 WIB

YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat

2 Oktober 2026 - 19:53 WIB

BumDes Karang Dapo Kembangkan Ayam Petelur, Dinas PMD OKU Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa

1 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Menembus Jalan Berlumpur, Mantri BRI Alifia Naura Layani Nasabah di Pelosok OKI

29 September 2026 - 09:51 WIB

Trending di Daerah