Menu

Mode Gelap
PLN Baturaja Jemput Bola, Siapkan Listrik Andal untuk Koperasi Desa Merah Putih di 5 Desa OKU Teddy ‘Sentil’ Baznas OKU: Kurangi Retorika, Perbanyak Aksi Nyata untuk Umat Demo Pedagang atau Penguasa Kios? Perumda Buka Borok Lama Pasar Baturaja Banjir Rendam Baturaja Timur, 90 KK Terima Bantuan Sembako dari Pemkab OKU Bupati OKU Jemput Investasi ke Jakarta, Dorong RDF Plant Jadi Solusi Sampah dan Energi Baru 312 Posbakum Segera Hadir di OKU Timur, Akses Keadilan Kini Menjangkau Hingga Desa

Kesehatan & Kecantikan

Sebelum Nyamuk Menyerbu, Dinkes OKU Sudah Siapkan 18 Mesin Fogging Anyar

Dinkes OKU bagikan 18 fogging baru.

Ogannews.com – Menyambut musim hujan yang kerap menjadi “panggung utama” bagi nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tak mau tinggal diam. 

Langkah proaktif pun digulirkan dengan membagikan 18 unit alat fogging baru ke seluruh Puskesmas di wilayah OKU pada Jumat (28/11/25). 

Penyerahan alat fogging dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya kepada perwakilan 18 Puskesmas. 

Ia menegaskan bahwa penguatan armada fogging ini merupakan bagian dari antisipasi dini menghadapi potensi lonjakan kasus DBD di musim penghujan.

“Ini alat fogging baru yang kita berikan kepada seluruh Puskesmas di kecamatan-kecamatan di OKU untuk mempercepat respon jika muncul kasus,” ujar Deddy usai kegiatan.

Deddy menjelaskan, penyaluran alat fogging ini adalah bentuk kesiapsiagaan Dinkes OKU, khususnya di daerah yang memiliki riwayat kasus DBD tinggi. Upaya ini sekaligus mendukung visi-misi Bupati dan Wakil Bupati OKU dalam program Sayangi OKU: Sejahtera, Nyaman, dan Religius, terutama peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Dengan tambahan baru tersebut, kini total armada fogging yang dimiliki Dinkes OKU dan jajaran Puskesmas mencapai 25 unit yang siap siaga menghadapi potensi penyebaran DBD.

Meski fogging menjadi langkah intervensi cepat, Dinkes OKU tetap mengingatkan bahwa pencegahan utama justru terletak pada perilaku hidup bersih masyarakat melalui 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penampungan air atau mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air, serta menaburkan abate bila diperlukan 

“Kami sangat berharap partisipasi masyarakat. Fogging memang cepat, tapi perilaku menjaga kebersihan lingkungan jauh lebih efektif mencegah DBD,” tegas Deddy. 

Dengan penguatan peralatan dan edukasi yang terus digencarkan, Dinkes OKU berharap kasus DBD dapat ditekan seminimal mungkin sepanjang musim penghujan tahun ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PLN Baturaja Jemput Bola, Siapkan Listrik Andal untuk Koperasi Desa Merah Putih di 5 Desa OKU

18 April 2026 - 12:59 WIB

Teddy ‘Sentil’ Baznas OKU: Kurangi Retorika, Perbanyak Aksi Nyata untuk Umat

18 April 2026 - 05:25 WIB

Demo Pedagang atau Penguasa Kios? Perumda Buka Borok Lama Pasar Baturaja

17 April 2026 - 19:33 WIB

Banjir Rendam Baturaja Timur, 90 KK Terima Bantuan Sembako dari Pemkab OKU

17 April 2026 - 10:32 WIB

Bupati OKU Jemput Investasi ke Jakarta, Dorong RDF Plant Jadi Solusi Sampah dan Energi Baru

17 April 2026 - 10:24 WIB

Trending di OKU