Menu

Mode Gelap
Hari Pramuka ke-65, Bupati OKU Dorong Generasi Muda Mandiri dan Berkontribusi Nyata Geger! Plt Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditusuk, 2 Pelaku Diciduk dalam 9 Jam Bupati OKU Perkuat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa Lewat Diklat Probity Audit Karyawan Suzuki Thamrin Group Diduga Gelapkan Uang Pembelian Mobil Rp143 Juta Cekcok Batas Tanah Berujung Bacokan, Dua Warga Panggal-Panggal Luka PLN UP3 Lahat Sambungkan Listrik PT MIP Tanpa Padam, Dukung Operasional Industri di Merapi Barat

Kesehatan & Kecantikan

Sebelum Nyamuk Menyerbu, Dinkes OKU Sudah Siapkan 18 Mesin Fogging Anyar

Dinkes OKU bagikan 18 fogging baru.

Ogannews.com – Menyambut musim hujan yang kerap menjadi “panggung utama” bagi nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tak mau tinggal diam. 

Langkah proaktif pun digulirkan dengan membagikan 18 unit alat fogging baru ke seluruh Puskesmas di wilayah OKU pada Jumat (28/11/25). 

Penyerahan alat fogging dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya kepada perwakilan 18 Puskesmas. 

Ia menegaskan bahwa penguatan armada fogging ini merupakan bagian dari antisipasi dini menghadapi potensi lonjakan kasus DBD di musim penghujan.

“Ini alat fogging baru yang kita berikan kepada seluruh Puskesmas di kecamatan-kecamatan di OKU untuk mempercepat respon jika muncul kasus,” ujar Deddy usai kegiatan.

Deddy menjelaskan, penyaluran alat fogging ini adalah bentuk kesiapsiagaan Dinkes OKU, khususnya di daerah yang memiliki riwayat kasus DBD tinggi. Upaya ini sekaligus mendukung visi-misi Bupati dan Wakil Bupati OKU dalam program Sayangi OKU: Sejahtera, Nyaman, dan Religius, terutama peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Dengan tambahan baru tersebut, kini total armada fogging yang dimiliki Dinkes OKU dan jajaran Puskesmas mencapai 25 unit yang siap siaga menghadapi potensi penyebaran DBD.

Meski fogging menjadi langkah intervensi cepat, Dinkes OKU tetap mengingatkan bahwa pencegahan utama justru terletak pada perilaku hidup bersih masyarakat melalui 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penampungan air atau mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air, serta menaburkan abate bila diperlukan 

“Kami sangat berharap partisipasi masyarakat. Fogging memang cepat, tapi perilaku menjaga kebersihan lingkungan jauh lebih efektif mencegah DBD,” tegas Deddy. 

Dengan penguatan peralatan dan edukasi yang terus digencarkan, Dinkes OKU berharap kasus DBD dapat ditekan seminimal mungkin sepanjang musim penghujan tahun ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Hari Pramuka ke-65, Bupati OKU Dorong Generasi Muda Mandiri dan Berkontribusi Nyata

14 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Bupati OKU Perkuat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa Lewat Diklat Probity Audit

13 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Karyawan Suzuki Thamrin Group Diduga Gelapkan Uang Pembelian Mobil Rp143 Juta

12 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Cekcok Batas Tanah Berujung Bacokan, Dua Warga Panggal-Panggal Luka

12 Agustus 2026 - 14:06 WIB

PLN UP3 Lahat Sambungkan Listrik PT MIP Tanpa Padam, Dukung Operasional Industri di Merapi Barat

12 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Trending di Daerah