
Ogannews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memastikan hujan yang mengguyur wilayah OKU sejak malam hingga pagi hari dalam beberapa waktu terakhir bukan disebabkan oleh siklon tropis Jenna.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD OKU Januar Efendi melalui Manager Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), Gunalfi, berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG Provinsi Sumatera Selatan.
Menurut Gunalfi, hasil analisis BMKG menyebutkan bahwa wilayah OKU tidak terdampak langsung oleh siklon tropis. Hujan yang terjadi dipicu oleh faktor dinamika atmosfer lokal, yakni adanya daerah belokan angin serta konvergensi atau pertemuan angin yang terpantau berada di wilayah Sumatra bagian selatan.
“Kondisi tersebut menyebabkan wilayah Sumatra Selatan bagian selatan, termasuk Kabupaten OKU, mendapatkan pasokan massa udara yang cukup signifikan sehingga memicu pembentukan awan hujan,” ujar Gunalfi, Kamis (8/1/26).
Selain itu, faktor pendukung lainnya adalah tingginya kelembapan udara, yang berkisar antara 60 hingga 80 persen, mulai dari lapisan atmosfer rendah hingga tinggi. Kondisi ini menandakan atmosfer di wilayah OKU dalam keadaan cukup basah sehingga pertumbuhan awan hujan menjadi lebih intens dan hujan dapat berlangsung lebih lama.
“Dari beberapa faktor cuaca tersebut, potensi hujan di wilayah OKU memang bisa terjadi dalam durasi yang cukup panjang,” jelasnya.
Berdasarkan data model prakiraan cuaca BMKG, potensi hujan di wilayah OKU diperkirakan masih akan berlangsung dalam satu hingga tiga hari ke depan, dengan intensitas hujan ringan hingga sedang.
Sehubungan dengan hal tersebut, BPBD OKU mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi tipe basah, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem.
BPBD juga meminta para camat, lurah, dan kepala desa agar segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi bencana di wilayah masing-masing, guna menekan risiko dan dampak yang mungkin ditimbulkan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat OKU untuk terus memantau informasi cuaca resmi melalui website BMKG maupun aplikasi InfoBMKG, serta tetap siaga menghadapi potensi bencana,” pungkas Gunalfi. (*)








