
OKU Timur, Ogannews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten OKU Timur menjadi momentum penuh makna yang sarat refleksi dan optimisme. Hal itu terasa kuat dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD OKU Timur yang digelar Senin (19/1/26), dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
Dalam suasana khidmat, Herman Deru hadir tidak sekadar sebagai kepala daerah provinsi, melainkan sebagai saksi hidup perjalanan panjang OKU Timur sejak masa sebelum pemekaran. Ia mengenang bagaimana daerah ini resmi berdiri pada 17 Januari 2004, melalui proses yang penuh tantangan dan keterbatasan.
“Alhamdulillah, OKU Timur kini telah berusia 22 tahun. Saya menyaksikan langsung perjalanan daerah ini sejak belum menjadi kabupaten,” ujarnya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta ratusan undangan yang memenuhi ruang rapat paripurna.
Gubernur Sumsel mengajak seluruh hadirin menengok kembali kondisi awal OKU Timur pasca-pemekaran. Pada tahun-tahun pertama, daerah ini tercatat memiliki angka kemiskinan di atas 18 persen, infrastruktur jalan masih terbatas, keamanan belum sepenuhnya kondusif, serta rasio elektrifikasi baru menjangkau sekitar 64 persen wilayah.
“Kala itu, banyak desa belum menikmati penerangan listrik. Jalan rusak, kondisi keamanan belum stabil. Namun dengan komitmen dan kebersamaan, kami bertekad menjadikan OKU Timur daerah yang aman agar roda ekonomi bisa bergerak,” kenangnya, merujuk masa kepemimpinannya bersama almarhum H. Kholid Mawardi sebagai bupati dan wakil bupati pertama OKU Timur.
Seiring berjalannya waktu, berbagai upaya pembangunan mulai menunjukkan hasil. Pada 2009, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga di bawah 10 persen. Pembangunan infrastruktur, peningkatan keamanan, serta penguatan sektor pertanian menjadi fondasi penting kemajuan daerah.
Memasuki usia ke-22, Herman Deru mengaku terharu melihat pesatnya perkembangan OKU Timur. Salah satu capaian yang paling menonjol adalah sektor pangan. Produksi padi kini telah melampaui satu juta ton gabah kering panen (GKP) per tahun, menempatkan OKU Timur sebagai peringkat keempat nasional daerah penghasil pangan.
“Ini prestasi luar biasa. OKU Timur telah menjadi penyangga utama swasembada pangan nasional. Capaian ini harus dijaga dan terus ditingkatkan,” tegasnya.
Meski demikian, Herman Deru menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari soliditas seluruh elemen daerah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan antara Forkopimda, DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
“Sederhana pesannya, jaga kebersamaan. Dengan kekompakan, evaluasi dan perencanaan pembangunan ke depan akan berjalan lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pemerataan pembangunan yang dinilai tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi telah menjangkau desa-desa. Pertumbuhan ekonomi OKU Timur yang melampaui 5,4 persen disebut menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saya harus jujur mengakui, OKU Timur hari ini sudah maju dan berkembang relatif merata. Ini buah dari konsistensi, kerja keras, dan kebersamaan,” tambahnya.
Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD OKU Timur Hermanto tersebut ditutup dengan agenda lanjutan Gubernur Sumsel, yakni meresmikan pembukaan Bazar UMKM Zona I di Taman Tani Merdeka, Martapura.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru kembali menegaskan pentingnya penguatan UMKM sebagai fondasi ekonomi daerah. Ia berharap pelaku UMKM di OKU Timur terus berkembang, naik kelas, dan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
“Jika UMKM kuat, ekonomi daerah akan semakin kokoh dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” pungkasnya. (*)










