
OKU, Ogannews.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah, turun langsung meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 45 di Kelurahan Sepancar, Tegal Arum, Kecamatan Baturaja Timur (eks Bandiklat), Selasa (3/3/26).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar di sekolah rakyat itu berjalan sesuai regulasi serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para siswa.
“Kami ingin memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai aturan. Anak-anak di sini harus bisa belajar dengan nyaman dan aman,” tegas Teddy.
Setibanya di lokasi, Bupati meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari ruang makan siswa, asrama, mushola, hingga ruang kelas. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan berupa kipas angin dan pendingin ruangan (AC) guna menunjang kenyamanan belajar para siswa.
Menurutnya, konsep sekolah rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
“Seluruh kebutuhan siswa di sini dipenuhi oleh negara, mulai dari pakaian, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan sehari-hari. Anak-anak hanya perlu semangat dan tekad kuat untuk belajar,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat dinilai sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan nasional. Sekolah ini diharapkan menjadi jembatan emas untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
Konsep pendidikan di SRMA 45 tidak hanya berfokus pada akademik umum, tetapi juga penguatan karakter dan keagamaan. Para siswa dibekali pendidikan agama seperti mengaji, membaca Al-Qur’an, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan potensi diri.
Langkah tersebut selaras dengan visi-misi Bupati OKU bersama Wakil Bupati Marjito Bachri yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Teddy memastikan Pemkab OKU akan terus memantau perkembangan SRMA 45 secara berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan dukungan apabila terdapat kebutuhan mendesak demi kelancaran operasional sekolah.
“Jika ada yang dibutuhkan, kami siap membantu. Sekolah rakyat ini harus benar-benar menjadi tempat lahirnya generasi unggul OKU,” tandasnya.
Di hadapan para siswa, Bupati juga memberikan motivasi agar mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan negara.
“Semuanya sudah disediakan. Kalian hanya butuh semangat belajar. Masa depan ditentukan oleh proses hari ini. Buat orang tua kalian bangga,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SRMA 45 OKU, Eis Nina, mengungkapkan saat ini jumlah siswa tercatat sebanyak 76 orang yang terbagi dalam empat kelas, terdiri dari 40 siswa laki-laki dan 36 siswi perempuan.
“Proses belajar dimulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB. Setelah itu, para siswa kembali ke asrama untuk mengikuti kegiatan asrama seperti ekstrakurikuler dan kegiatan keagamaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem pembelajaran di SRMA 45 sudah berbasis digital. Para pengajar menggunakan papan tulis digital dalam kegiatan belajar mengajar, dan setiap siswa telah difasilitasi laptop untuk menunjang proses pembelajaran.
Namun demikian, Eis Nina mengakui masih terdapat kendala pada jaringan internet.
“Kalau kendala saat ini di jaringan internet. Padahal jaringan sangat penting karena sistem pembelajaran sudah berbasis digital,” ujarnya. (*)








