
Palembang, Ogannews.com – Seratus personel Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan akhirnya kembali menginjakkan kaki di Bumi Sriwijaya setelah menuntaskan misi kemanusiaan dalam Operasi Aman Nusa II Tahun 2026 di wilayah Polda Aceh.
Kepulangan pasukan elite tersebut disambut melalui apel resmi di Markas Komando Satbrimob Polda Sumsel, Rabu (4/3/26). Apel dipimpin langsung Komandan Satuan Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol Susnadi, S.I.K., sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian personel selama menjalankan tugas kemanusiaan lintas wilayah.
Penugasan ini merupakan bagian dari operasi nasional Polri dalam rangka percepatan penanganan pascabencana serta menjaga stabilitas keamanan di daerah terdampak. Selama bertugas, 100 personel Brimob Sumsel tergabung dalam Kompi Gas Operasi Aman Nusa II yang dipimpin AKP Eko Sarwono.
Di lapangan, mereka tak hanya bertugas menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Personel Brimob juga terlibat aktif dalam pengamanan wilayah terdampak, mendukung distribusi bantuan logistik, hingga membantu proses pemulihan aktivitas masyarakat pascabencana.
Dansat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol Susnadi, menegaskan bahwa keberhasilan operasi tersebut menjadi cerminan kesiapsiagaan serta profesionalisme jajarannya dalam setiap penugasan, termasuk misi kemanusiaan.
“Kepulangan seluruh personel dalam kondisi selamat merupakan bukti dedikasi dan profesionalisme jajaran Satbrimob Polda Sumsel dalam menjalankan setiap amanah penugasan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa keterlibatan Satbrimob dalam Operasi Aman Nusa II menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
“Polda Sumsel selalu siap mengerahkan kekuatan terbaik untuk mendukung setiap operasi kemanusiaan nasional. Ini menjadi bukti bahwa Polri hadir di mana pun masyarakat membutuhkan,” ujarnya. Keberhasilan penugasan ini sekaligus memperkuat citra Polri sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga berada di garis terdepan dalam misi kemanusiaan, membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. (*)










