Menu

Mode Gelap
Hari Pramuka ke-65, Bupati OKU Dorong Generasi Muda Mandiri dan Berkontribusi Nyata Geger! Plt Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditusuk, 2 Pelaku Diciduk dalam 9 Jam Bupati OKU Perkuat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa Lewat Diklat Probity Audit Karyawan Suzuki Thamrin Group Diduga Gelapkan Uang Pembelian Mobil Rp143 Juta Cekcok Batas Tanah Berujung Bacokan, Dua Warga Panggal-Panggal Luka PLN UP3 Lahat Sambungkan Listrik PT MIP Tanpa Padam, Dukung Operasional Industri di Merapi Barat

OKU Timur

Wamentan Genjot Percepatan Tanam di OKU Timur, Sumsel Kian Kokoh Jadi Lumbung Pangan

Wamentan Sudaryono dan Gubernur Sumsel Herman Deru menanam padi menggunakan alsintan.

OKU Timur, Ogannews.com – Pemerintah pusat terus memperkuat langkah strategis menghadapi tantangan perubahan iklim yang berpotensi mengganggu produksi pangan nasional. Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, tepatnya di Desa Sido Mulyo, Kamis (23/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamentan didampingi Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Agenda utama meliputi kegiatan tanam padi bersama petani serta pelantikan kepengurusan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Selatan.

Sudaryono menegaskan, percepatan masa tanam menjadi langkah krusial pemerintah dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim, khususnya ancaman El Nino yang dapat memicu kekeringan dan menurunkan produktivitas pertanian.

“Percepatan tanam adalah strategi penting untuk menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional. Pemerintah juga memastikan seluruh kebutuhan petani terpenuhi, termasuk dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan),” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan sarana produksi menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas hasil panen di berbagai daerah, termasuk Sumatera Selatan.

Sementara itu, Gubernur Herman Deru menyampaikan bahwa Sumatera Selatan saat ini menempati posisi ketiga sebagai penyumbang pangan nasional. Capaian tersebut, kata dia, tidak terlepas dari dukungan dan pembinaan intensif Kementerian Pertanian.

“Potensi pertanian di Sumsel sangat besar. Luas baku sawah kita kini bertambah sekitar 18 ribu hektare dari lahan eksisting, ditambah total sekitar 519 ribu hektare yang sudah ada. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan indeks pertanaman,” ungkapnya.

Ia optimistis, dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan petani di lapangan, Sumatera Selatan mampu terus meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.

Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah dan organisasi petani dalam mendorong sektor pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Polisi Genjot Penyidikan Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura

15 Juli 2026 - 16:37 WIB

Viral! Perawat RSUD Martapura Dituding Lecehkan Pasien

15 Juli 2026 - 13:10 WIB

BRI BO Baturaja Salurkan Bantuan CSR 1 Unit Traktor untuk Lumbung Pangan Bakti Tani, Dorong Kemajuan Sektor Pertanian di OKU Timur

8 Juli 2026 - 16:04 WIB

Gudang BBM Ilegal Meledak di Martapura, Kedok Pabrik Pengoplosan Puluhan Ribu Liter per Hari Terbongkar

4 Juli 2026 - 20:14 WIB

Tapal Batas OKU Timur–OKI Masuki Tahap Krusial, Survei Lapangan Bersama Segera Dilakukan

25 Juni 2026 - 17:17 WIB

Trending di OKU Timur