
Jakarta, Ogannews.com — Gema takbir Idulfitri 1447 Hijriah yang menggema di seluruh penjuru negeri menjadi penanda kemenangan umat Muslim setelah sebulan penuh berpuasa. Namun di balik euforia kebersamaan itu, ada ribuan kisah sunyi dari mereka yang tetap berjaga—menjaga agar cahaya tidak pernah padam di tengah perayaan.
Puluhan ribu petugas PT PLN (Persero) tetap siaga penuh selama momen Lebaran demi memastikan pasokan listrik nasional berjalan andal tanpa gangguan. Mereka menjadi bagian tak terlihat dari setiap rumah yang terang, setiap masjid yang khusyuk, dan setiap keluarga yang bersuka cita.
Salah satu di antaranya adalah Riki Waberta, Team Leader Keandalan Istana PLN UP3 Menteng. Sudah empat tahun terakhir, pria asal Bengkulu itu memilih tidak mudik demi menjalankan tugas di masa krusial Idulfitri.
Bagi Riki, tugas tersebut bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Kami mungkin tidak terlihat, tapi kami adalah bagian dari kebahagiaan masyarakat. Saat listrik tetap andal dan ibadah berjalan tenang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Riki.
Meski harus menahan rindu terhadap keluarga, ia menegaskan bahwa dukungan orang-orang tercinta menjadi kekuatan utama dalam menjalankan amanah tersebut.
“Kalau saya tidak di sini, siapa yang memastikan listrik tetap menyala? Keluarga selalu bilang, kerjakan tugas dengan baik, mereka bangga,” tambahnya.
Cerita serupa datang dari Jayapura, di mana Zahro Ardhillah dan timnya memastikan pasokan listrik di masjid-masjid utama tetap stabil selama Idulfitri. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan jauh hari, mulai dari pemeriksaan jaringan hingga kesiapan peralatan cadangan.
“Kami sudah menyiagakan peralatan cadangan dan memastikan seluruh jaringan dalam kondisi prima,” kata Zahro.
Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa gangguan listrik di momen penting keagamaan.
Di Tarakan, Muhammad Hanif Zidan juga menjalani Lebaran jauh dari keluarga. Meski tidak bisa bersalaman langsung, ia tetap merasakan kehangatan keluarga melalui teknologi komunikasi.
“Biasanya sungkem langsung, sekarang lewat video call. Tapi ini sudah menjadi komitmen kami agar masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan nyaman,” ujarnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa para petugas lapangan merupakan garda terdepan dalam menjaga keandalan listrik nasional, terutama di momen hari besar keagamaan.
Selama periode siaga 12 hingga 31 Maret 2026, sekitar 72 ribu personel PLN diterjunkan di seluruh Indonesia. Mereka bekerja dalam senyap, memastikan setiap sudut negeri tetap terang di saat masyarakat merayakan kemenangan Idulfitri.
Di balik riuhnya takbir dan hangatnya kebersamaan, mereka adalah “pahlawan cahaya” yang memilih tetap bertugas demi satu hal sederhana namun vital: listrik yang tak pernah padam. (*)










