
Jakarta, Ogannews.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat transformasi sektor primer melalui program Electrifying Agriculture (EA) dan Electrifying Marine (EM). Hingga akhir 2025, jumlah pelanggan dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan yang memanfaatkan program tersebut mencapai 390.034 pelanggan.
Angka tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 300.535 pelanggan. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan energi listrik sebagai penggerak produktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor usaha berbasis agrikultur dan maritim.
Program EA dan EM menjadi langkah strategis PLN dalam menghadirkan pasokan energi yang efisien, andal, sekaligus ramah lingkungan. Kehadiran listrik dinilai mampu mempercepat modernisasi teknologi di sektor primer dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang selama ini membebani biaya operasional.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas ekonomi rakyat.
“PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong produktivitas ekonomi rakyat melalui berbagai program berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Darmawan, pemanfaatan listrik berbasis teknologi modern akan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi para pelaku usaha di sektor pertanian maupun kelautan. Selain meningkatkan efisiensi, penggunaan listrik juga mampu menekan biaya produksi dan memperkuat daya saing usaha masyarakat.
Saat ini, pemanfaatan listrik PLN telah merambah berbagai aktivitas produktif. Di sektor pertanian, listrik digunakan untuk pompa irigasi, mesin penggilingan padi, hingga pencahayaan modern untuk budidaya tanaman. Sementara di sektor peternakan, listrik dimanfaatkan untuk mesin penghangat kandang guna meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak.
Adapun di sektor kelautan, listrik mendukung operasional kapal, galangan kapal, hingga sistem penunjang aktivitas tambak dan pelabuhan.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengungkapkan bahwa total daya terpasang melalui program EA dan EM hingga 2025 mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA). Jumlah tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4.203 MVA.
Peningkatan kapasitas daya itu turut diiringi kenaikan konsumsi listrik sektor primer yang mencapai 7,1 terawatt hour (TWh) pada 2025, naik sekitar 16 persen dibandingkan 6,1 TWh pada 2024.
“Program ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Adi.
Dampak program ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah. Di Kabupaten Seluma, Bengkulu, Bupati Teddy Rahman menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi PLN dalam mendukung sektor pertanian melalui penyediaan energi listrik.
“Program ini bukan hanya soal pasokan listrik, tapi juga tentang bagaimana energi mampu mengubah kehidupan petani kami,” ujarnya.
Menurut Teddy, pemanfaatan listrik membantu meningkatkan efisiensi sistem irigasi dan pengolahan hasil pertanian sehingga produktivitas petani menjadi lebih optimal.
Manfaat serupa juga dirasakan pelaku usaha peternakan. Abdurrahman, peternak bebek asal Kabupaten Tangerang, Banten, mengaku listrik yang stabil membantu menjaga suhu kandang sehingga kesehatan ternak lebih terjaga.
“Dengan adanya listrik dari PLN, ternak kami menjadi lebih sehat, dan hasil produksinya pun meningkat,” katanya.
Sementara itu, di sektor maritim, efisiensi biaya operasional juga menjadi keuntungan besar dari penggunaan listrik. Manager Production and Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, Ashawir, menyebut seluruh peralatan di galangan kapal kini menggunakan listrik.
“Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional hampir mencapai satu miliar per tahun, namun dengan listrik hanya sekitar Rp730 juta,” ungkapnya.
Efisiensi tersebut tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga membantu mengurangi emisi karbon dan memperkuat keberlanjutan industri maritim nasional. (*)










