
Lahat, Ogannews.com — Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momen penuh harapan bagi puluhan warga prasejahtera di Desa Suka Cinta, Kabupaten Lahat. Di tengah suasana religius dan kebersamaan, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lahat kembali menyalakan “cahaya kehidupan” melalui program sosial bertajuk Light Up The Dream (LUTD), Rabu (25/2/2026).
Program ini menghadirkan sambungan listrik baru bagi warga yang selama ini belum menikmati akses listrik mandiri. Total 54 keluarga penerima manfaat yang tersebar di enam kabupaten akhirnya bisa merasakan terang di rumah mereka—sebuah kemewahan sederhana yang selama ini hanya menjadi harapan.
Menariknya, program LUTD ini bukan sekadar bantuan korporasi biasa. Dana yang digunakan berasal dari sumbangan sukarela para pegawai PLN yang secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk membantu masyarakat kurang mampu.
Manajemen PLN UP3 Lahat menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi hingga ke pelosok negeri.
Di bulan Ramadhan, kebutuhan listrik semakin penting, tidak hanya untuk penerangan, tetapi juga mendukung aktivitas ibadah dan kehidupan keluarga di malam hari.
Mewakili Bupati Lahat, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lahat, Ihsan Padli, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi PLN dalam mendukung masyarakat prasejahtera.
Ia menegaskan bahwa listrik memiliki dampak luas, tidak hanya sebagai penerangan, tetapi juga sebagai pintu pembuka akses pendidikan, ekonomi, dan kualitas hidup yang lebih baik.
“Program seperti ini sangat membantu masyarakat. Kami berharap dapat terus diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan,” ujar Ihsan.
Kegiatan penyalaan listrik serentak ini juga dihadiri berbagai unsur, mulai dari Dinas Sosial Kabupaten Lahat, Polsek Merapi, Pemerintah Kecamatan Merapi Barat, hingga perangkat desa setempat yang memastikan acara berlangsung aman dan tertib.
Manajer PLN UP3 Lahat, Agus Priyanto, menegaskan bahwa momen penyalaan listrik di Desa Suka Cinta bukan sekadar seremoni, melainkan simbol hadirnya harapan baru bagi masyarakat.
“Listrik bukan sekadar penerangan, tapi harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Kami ingin Ramadhan ini menjadi lebih bermakna dengan hadirnya cahaya di rumah-rumah warga,” ungkapnya.
Salah satu penerima manfaat, Irwandi, tak kuasa menahan haru saat rumahnya pertama kali dialiri listrik. Momen itu menjadi hadiah Ramadhan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Alhamdulillah, terima kasih PLN dan Pemerintah Kabupaten Lahat. Sekarang ibadah dan aktivitas anak-anak di malam hari jadi lebih lancar,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Melalui program Light Up The Dream, PLN UP3 Lahat menunjukkan bahwa energi bukan hanya soal jaringan dan distribusi, tetapi juga tentang kepedulian dan kemanusiaan. Di setiap sambungan listrik yang terpasang, tersimpan cerita tentang harapan baru, kehidupan yang lebih layak, dan masa depan yang lebih terang bagi keluarga prasejahtera. (*)










