
OKU, Ogannews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia mulai direalisasikan. Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, menggandeng 17 lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk mencetak tenaga kerja terampil sekaligus melahirkan wirausaha baru di Bumi Sebimbing Sekundang.
Langkah itu ditandai dengan pembukaan serentak Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU, Senin (25/5/2026).
Sebanyak 315 peserta dari berbagai lembaga kursus tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Program ini menjadi bagian dari janji politik Pemkab OKU dalam memperluas kesempatan kerja melalui peningkatan kompetensi masyarakat.
Dalam sambutannya, Teddy menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya membuka pelatihan, tetapi juga siap menjadi penghubung antara peserta kursus dengan dunia usaha dan perusahaan di OKU.
“Kami siap menjadi mitra strategis. Nanti akan dilakukan pendampingan hingga penyaluran ke perusahaan maupun pelaku usaha sesuai kemampuan masing-masing peserta,” ujar Teddy.
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan gratis tersebut dengan serius agar keterampilan yang diperoleh benar-benar mampu bersaing di dunia kerja.
“Saya berpesan kepada peserta PKK dan PKW agar menjadi tenaga terampil yang berkualitas. Ikuti pelatihan ini dengan giat dan penuh semangat. Jangan sampai hanya sekadar ikut-ikutan, apalagi ini program bantuan pemerintah,” tegasnya.
Tak hanya itu, Teddy juga memastikan dukungan anggaran bagi lembaga kursus di OKU terus diperkuat. Bahkan, dalam waktu dekat Pemkab OKU akan menggandeng perusahaan dan pelaku usaha agar pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan industri.
“Kedepan kita akan undang seluruh perusahaan dan pelaku usaha di OKU untuk mengetahui tenaga kerja seperti apa yang mereka butuhkan. Jadi pelatihannya tepat sasaran dan tidak sia-sia,” katanya.
Menurut Teddy, keberadaan lembaga kursus selama ini telah menjadi solusi alternatif untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran.
Sementara itu, Ketua Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) Sumsel, Aprili Mauludin, didampingi Ketua Ikatan Lembaga Kursus OKU, Iswadi Ahmad, mengapresiasi perhatian besar Pemkab OKU terhadap pengembangan pendidikan keterampilan.
“Hari ini ada 315 peserta dari 17 lembaga kursus yang mengikuti pembukaan serentak. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati atas dukungan dan bantuannya,” ujar Aprili.
Ia menjelaskan, Program PKK difokuskan untuk mencetak tenaga kerja siap pakai dengan kompetensi tertentu, sedangkan PKW diarahkan untuk melahirkan pelaku usaha baru yang kreatif dan mandiri.
“PKK membentuk tenaga kerja yang siap bersaing sesuai kebutuhan dunia kerja. Sedangkan PKW menciptakan wirausaha baru,” jelasnya.
Berbagai pelatihan disiapkan dalam program tersebut, mulai dari menjahit, komputer, tata boga, pengelasan, hingga fotografi dan videografi. Lokasi lembaga kursus pun tersebar di sejumlah wilayah, tidak hanya di Kota Baturaja, tetapi juga hingga Kecamatan Lengkiti dan Sinar Peninjauan.
Program ini diharapkan mampu membuka peluang kerja baru sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan lahirnya pelaku UMKM baru di Kabupaten OKU. (*)









