Menu

Mode Gelap
598 Lansia OKU Diwisuda, Bupati Teddy: Belajar Tak Mengenal Batas Usia Siap Berlaga di MTQ Sumsel, 47 Putra-Putri Terbaik OKU Timur Resmi Dilepas Bupati Enos Dorong KWT Jadi Penggerak Ketahanan Pangan, 34 Kelompok di OKU Timur Terima Bantuan Pertanian PLN Lembayung Perkuat Jaringan Listrik di Pulau Pinang, Warga Kini Nikmati Tegangan Lebih Stabil Hadapi Ancaman Karhutla, Tirta Raja Siagakan Mobil Tangki dan Armada Nobar Bareng Sabuk Kamtibmas, Polres Ogan Ilir Perkuat Sinergitas dan Jaga Kondusivitas Daerah

OKU

598 Lansia OKU Diwisuda, Bupati Teddy: Belajar Tak Mengenal Batas Usia

OKU, Ogannews.com – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai Gedung Kesenian Baturaja, Senin (22/6/2026), saat sebanyak 598 lanjut usia (lansia) dari berbagai wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengikuti prosesi Wisuda Sekolah Lansia Tahun 2026.

Para wisudawan dan wisudawati tersebut berasal dari 17 Sekolah Lansia yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten OKU, menjadikan OKU sebagai daerah pertama sekaligus yang terbesar dalam penyelenggaraan wisuda sekolah lansia di Provinsi Sumatera Selatan.

Program Sekolah Lansia ini merupakan salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten OKU dalam mewujudkan konsep Lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif), sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

Dalam sambutannya, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkembang. 

“Hari ini saya merasa haru sekaligus bangga melihat orang tua kita diwisuda. Pemandangan seperti ini luar biasa dan menjadi bukti bahwa belajar tidak mengenal batas usia. Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Sekolah Lansia,” ujar Teddy.

Menurutnya, selama mengikuti program tersebut para lansia mendapatkan berbagai materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, mulai dari kesehatan, keterampilan hidup, pendidikan keagamaan hingga wawasan digital.

“Lansia tidak hanya menunggu di rumah. Mereka tetap bisa belajar, berkarya, beraktivitas, serta menjadi pribadi yang produktif bagi keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten OKU sekaligus Pembina Sekolah Lansia, Zwesty Karenia Teddy, Bupati menilai metode pembelajaran yang diterapkan mampu membangun semangat para peserta untuk terus aktif meski telah memasuki usia senja.

Lebih lanjut, Teddy mengatakan program Sekolah Lansia juga sejalan dengan visi Presiden RI dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan kelompok lanjut usia menuju Indonesia Emas.

“Ini adalah bentuk penghormatan dan upaya kita memuliakan orang tua. Lansia bukan objek pembangunan, tetapi subjek yang mampu mandiri, produktif, dan bermartabat. Karena itu Pemerintah Kabupaten OKU berkomitmen terus memperhatikan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola, pendamping, kader, serta pihak-pihak yang selama ini aktif membimbing para lansia di desa-desa hingga pelosok kecamatan.

“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh pihak yang telah mendampingi para lansia. Semoga menjadi amal ibadah dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten OKU dalam memberdayakan lansia, Bupati Teddy Meilwansyah dan Ketua TP PKK OKU Zwesty Karenia Teddy menerima penghargaan dan ucapan terima kasih dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemkab OKU menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif bagi para lansia serta mendorong mereka tetap aktif dalam kehidupan sosial.

Selain itu, Bupati juga menyerahkan penghargaan kepada para kepala Sekolah Lansia yang tersebar di berbagai kecamatan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan program tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKU, Burhanuddin Lubis, ST, mengungkapkan bahwa jumlah peserta Sekolah Lansia di Kabupaten OKU saat ini telah mencapai lebih dari 1.000 orang.

Menurutnya, pemerintah daerah menargetkan jumlah sekolah maupun peserta terus bertambah setiap tahun agar semakin banyak lansia yang memperoleh manfaat dari program tersebut.

“Melalui program ini kita ingin mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif dan produktif. Dengan kondisi fisik dan mental yang baik, lansia tidak hanya mengurangi beban keluarga, tetapi juga dapat menjadi teladan bagi generasi muda,” jelas Burhanuddin.

Rangkaian acara semakin meriah dengan penampilan seni dari perwakilan lansia Desa Tanjung Kemala yang membawakan tarian dan lagu tradisional di hadapan para tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah OKU Alva Elan, perwakilan BKKBN Sumatera Selatan, para camat se-Kabupaten OKU, kepala desa, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Siap Berlaga di MTQ Sumsel, 47 Putra-Putri Terbaik OKU Timur Resmi Dilepas

22 Juni 2026 - 12:45 WIB

Hadapi Ancaman Karhutla, Tirta Raja Siagakan Mobil Tangki dan Armada

17 Juni 2026 - 13:12 WIB

Sekda OKU Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

12 Juni 2026 - 18:05 WIB

OKU Raih WTP ke-11, Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Solid

10 Juni 2026 - 21:47 WIB

Tinggalkan Kertas, SDN 3 OKU Sukses Terapkan Ujian Berbasis Android

8 Juni 2026 - 18:21 WIB

Trending di OKU