
OKU, ogannews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), menggelar simulasi penanganan banjir atau water rescue di Danau Wisata Rantau Kumpai, Desa Tungku Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana (PRB) sekaligus menindaklanjuti surat edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 300.2.8/6456.SJ tentang peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana.
Simulasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat, khususnya bencana banjir yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, mengatakan kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati OKU bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten OKU.
“Bupati OKU bersama Forkopimda sangat mendukung kegiatan peringatan Hari Pengurangan Risiko Bencana ini. Kegiatan tersebut sekaligus menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri mengenai peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana. Bupati juga telah menginstruksikan BPBD bersama seluruh stakeholder terkait untuk melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujar Gunalfi.
Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko serta dampak bencana. Karena itu, peningkatan kapasitas personel dan koordinasi lintas instansi perlu terus dilakukan agar penanganan keadaan darurat dapat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Melalui simulasi water rescue, petugas diharapkan semakin terampil dalam menjalankan prosedur penyelamatan korban di perairan, sekaligus mampu meningkatkan kesiapan operasional ketika terjadi bencana banjir di wilayah Kabupaten OKU.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pemerintah Kabupaten OKU, BPBD OKU, Kodim 0403 OKU, Polres OKU, Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertolongan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, unsur Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Pemerintah Desa Tungku Jaya, Pramuka Kwarcab OKU, serta para pemangku kepentingan terkait penanggulangan bencana.
Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan memperkuat sinergi antarlembaga dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh dan responsif.
Peringatan Hari Pengurangan Risiko Bencana tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kesiapan seluruh unsur dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
Dengan penguatan koordinasi dan latihan secara berkala, Kabupaten OKU diharapkan semakin siap menghadapi potensi bencana serta meminimalkan risiko terhadap keselamatan jiwa dan kerugian yang ditimbulkan.(*)









