Menu

Mode Gelap
Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan” Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru Polisi Genjot Penyidikan Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura Viral! Perawat RSUD Martapura Dituding Lecehkan Pasien 110 Siswa Baru SDN 16 OKU Ikuti MPLS Ramah Anak, Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama

Berita Utama

BPOM Temukan Cendol Mengandung Rhodamin B di OKU Timur, 182 Bungkus Dimusnahkan

BPOM palembang musnahkan 182 bungkus cendol mengandung Rhodamin B di OKU Timur.

OKU Timur, Ogannews.com – Menjelang waktu berbuka puasa, ragam takjil menjadi buruan masyarakat untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Namun di balik semarak penjualan makanan berbuka, keamanan pangan tetap menjadi perhatian serius agar takjil yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman bagi kesehatan.

Untuk memastikan hal tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembangmelakukan pengawasan terhadap pangan olahan siap saji di Kabupaten OKU Timur, Kamis (5/3/26).

Pengawasan yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pemeriksaan BPOM Palembang, Aquirina Leonora, S.Si., Apt., ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Tim melakukan inspeksi di beberapa titik penjualan hingga lokasi produksi makanan.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan uji cepat terhadap kemungkinan penggunaan bahan berbahaya yang dilarang dalam makanan, seperti Rhodamin B, Formalin, Boraks, dan Metanil Yellow.

Hasilnya, petugas menemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya pada salah satu produk takjil yang diproduksi di wilayah Martapura.

“Sebagian tadi kami meninjau sarana produksi seperti cendol, kerupuk jangek, dan cendol mutiara. Di salah satu tempat produksi cendol, kami menemukan 182 bungkus cendol berwarna pink yang setelah diuji menggunakan rapid test kit terindikasi mengandung Rhodamin B,” ungkap Aquirina.

Produk yang diduga mengandung zat pewarna tekstil tersebut langsung diminta untuk dimusnahkan oleh pemilik usaha dengan disaksikan oleh petugas.

Menurut Aquirina, pengawasan ini dilakukan dengan pendekatan persuasif dengan mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha, agar mereka memahami pentingnya menjaga keamanan pangan bagi masyarakat.

Meski demikian, BPOM menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi lebih tegas apabila pelanggaran serupa kembali ditemukan di kemudian hari.

Selain melakukan pengawasan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih selektif saat membeli makanan berbuka puasa.

Salah satu contoh yang disoroti adalah cendol berwarna pink yang terlalu mencolok, yang berpotensi menggunakan pewarna berbahaya.

“Biasanya cendol yang mengandung Rhodamin B memiliki warna pink yang sangat menyala dan tidak mudah luntur. Saat dibuka, warnanya juga sering tidak merata dan terlihat bintik-bintik merah. Namun secara kasat mata itu tidak bisa menjadi satu-satunya patokan karena untuk memastikan kandungan bahan berbahaya tetap harus melalui pengujian,” jelasnya.

BPOM juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli produk pangan, yakni cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek tanggal kedaluwarsa.

Selain cendol, beberapa produk pangan lain juga dinilai rawan ditambahkan bahan berbahaya, seperti mi basah yang dicampur formalin maupun kerupuk jangek yang mengandung boraks.

“Harapan kami masyarakat tetap bisa menikmati takjil dengan aman, namun tetap selektif dalam memilih makanan,” tambah Aquirina.

Pengawasan pangan selama Ramadan ini dilakukan di sejumlah titik keramaian, di antaranya kawasan Tebat Sari Martapura dan Pasar Martapura, sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi.

Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah instansi daerah, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika OKU Timur, dalam mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat terkait pentingnya keamanan pangan selama Ramadan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Polisi Genjot Penyidikan Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura

15 Juli 2026 - 16:37 WIB

Viral! Perawat RSUD Martapura Dituding Lecehkan Pasien

15 Juli 2026 - 13:10 WIB

PTPN I (Persero) Regional 7 Pabrik Baturaja Salurkan Santunan Anak Yatim Piatu di Wilayah Desa Lekis Rejo untuk Mempersiapkan Masuk Sekolah Pada Ajaran Baru Tahun 2026.

14 Juli 2026 - 16:05 WIB

BRI BO Baturaja Salurkan Bantuan CSR 1 Unit Traktor untuk Lumbung Pangan Bakti Tani, Dorong Kemajuan Sektor Pertanian di OKU Timur

8 Juli 2026 - 16:04 WIB

Inovasi Bayar SPP Pakai Sampah Raih Penghargaan, Program Binaan PLN Bantu 153 Anak Tetap Sekolah

8 Juli 2026 - 10:43 WIB

Trending di Daerah