Menu

Mode Gelap
Sekda OKU Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran 14 Tahun WTP Beruntun, OKU Timur Perkuat Komitmen Mengawal Uang Rakyat untuk Pelayanan Publik OKU Raih WTP ke-11, Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Solid KPK OTT Bupati Muara Enim, 10 Orang Diamankan Tinggalkan Kertas, SDN 3 OKU Sukses Terapkan Ujian Berbasis Android Dari Aksi Sosial hingga Potong Tumpeng, HUT Baturaja Post ke-27 dan KWRI OKU Raya ke-28 Penuh Makna

Berita Utama

Bupati OKU Sentil Soal Perlindungan Guru di HUT PGRI ke-80

Bupati OKU Teddy Meilwansyah memberikan sambutan dalam peringatan HUT PGRI ke-80.

Ogannews.com – Peringatan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional 2025 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berlangsung khidmat dan penuh makna, Kamis (27/11/25). 

Ribuan guru yang memadati Gedung Kesenian Baturaja mengucapkan Ikrar Guru Indonesia dan kode etik sebagai bentuk komitmen pengabdian.

Acara tersebut dihadiri langsung Bupati OKU H. Teddy MeilwansyahForkopimda, Bunda PAUD dan Bunda Literasi OKU Hj. Zwesty Karenia Teddy, serta seluruh tenaga pendidik dari berbagai jenjang.

Dalam sambutannya, Bupati Teddy tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ia menegaskan bahwa seluruh perjalanan hidup dan kariernya tak lepas dari peran guru

“Atas nama pribadi dan Pemkab OKU, saya menyampaikan terima kasih dan salam takzim kepada para guru. Tanpa guru, saya tidak akan bisa berdiri di sini. Tanpa guru, saya mungkin tidak akan menjadi Bupati,” ucapnya. 

Bupati Teddy turut menyampaikan selamat memperingati HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional. Ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus berinovasi serta meningkatkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan transformasi digital.

Teddy berharap momentum usia ke-80 PGRI menjadi pijakan untuk memperkuat pengabdian profesi guru. Ia juga menyoroti program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI yang memberi perhatian besar pada peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan, serta perlindungan hukum bagi guru. 

“Untuk perlindungan hukum, perlu kita bentuk satuan khusus pendampingan bagi guru. Mungkin nanti Dinas Pendidikan bisa bekerja sama dengan APH atau Kejari OKU,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Teddy juga mengenang almarhumah Saidatul Fitriyah, guru SMPN 46 OKU yang meninggal dunia akibat tindakan keji seseorang. 

“Kami sangat mengutuk perbuatan keji itu. Mari kita doakan almarhumah Saidatul Fitriyah agar husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan OKU Kadarisman menyebut tema peringatan tahun ini adalah “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas.”

Kadarisman menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan merupakan hasil gotong royong para guru di OKU.

Ia memaparkan bahwa 5.323 guru tercatat di dapodik, tersebar dari tingkat TK hingga SMP. Rinciannya; 1.795 guru berstatus PNS, 1.545 guru P3K dan 1.983 guru P3K paruh waktu dan guru tidak tetap. 

Ia juga menyebut bahwa peran guru P3K sangat besar, dan berharap ke depan ada kebijakan yang memungkinkan mereka diangkat menjadi PNS. 

Dari sisi pendidikan: 

• 158 guru bergelar S2 

• 4.517 guru berpendidikan S1/D4 

• 684 guru berpendidikan D3 dan SLTA

“Ini menjadi PR besar kita. InsyaAllah ke depan kami akan memberikan fasilitas bagi guru agar bisa melanjutkan pendidikan,” ungkap Kadarisman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Sekda OKU Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

12 Juni 2026 - 18:05 WIB

14 Tahun WTP Beruntun, OKU Timur Perkuat Komitmen Mengawal Uang Rakyat untuk Pelayanan Publik

10 Juni 2026 - 22:24 WIB

OKU Raih WTP ke-11, Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Solid

10 Juni 2026 - 21:47 WIB

KPK OTT Bupati Muara Enim, 10 Orang Diamankan

8 Juni 2026 - 18:53 WIB

Tinggalkan Kertas, SDN 3 OKU Sukses Terapkan Ujian Berbasis Android

8 Juni 2026 - 18:21 WIB

Trending di OKU