
Ogannews.com – Pemadaman listrik yang terjadi di berbagai daerah di Provinsi Sumsel telah mengganggu pelaksanaan ujian akhir sekolah di beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Sekolah-sekolah yang seharusnya melaksanakan ujian akhir secara online terpaksa mengalihkan ujian tersebut ke bentuk paper atau manual.
Pemadaman listrik yang meluas menyebabkan gangguan tidak hanya pada akses internet tetapi juga pada akses telekomunikasi, sehingga penggunaan perangkat digital seperti laptop dan handphone untuk ujian juga tidak memungkinkan.
Akibatnya, sekolah harus melakukan penilaian secara manual, yang tentunya memerlukan waktu dan tenaga ekstra dari pihak sekolah.
Kepala SMK Bina Marta Baturaja, Like Erfiana Spd mengakui kesulitan yang dihadapi dengan peralihan mendadak dari ujian online ke paper.
“Kami mengalami kesulitan dalam menggandakan soal ujian karena tempat fotokopi juga ikut mati lampu,” ujarnya, Rabu (05/06/24).
Kondisi itu memaksa pihak sekolah untuk mencari solusi cepat agar ujian akhir tetap dapat dilaksanakan sesuai jadwal meski dengan berbagai kendala yang ada.
Dalam pantauan di lapangan, pada hari pertama ujian, para siswa tampak kewalahan dengan perubahan mendadak dari sistem online ke paper. Perubahan ini memaksa siswa untuk beradaptasi kembali dengan cara ujian yang lebih tradisional, yang tentu saja berbeda dengan persiapan yang telah mereka lakukan sebelumnya.
“Kami tidak mungkin untuk mengundurkan jadwalnya, karena jadwal ujian sudah kami tetapkan. Makanya kami alihkan ke paper,” pungkasnya. (Fiq)







