
OKU, ogannews.com – Harapan petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) untuk mendapatkan pasokan air yang lebih stabil mulai menemukan titik terang. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII Sumatera Selatan membangun jaringan irigasi air tanah di wilayah Kecamatan Sinar Peninjauan.
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjadi solusi bagi petani yang selama ini masih mengandalkan sawah tadah hujan. Dengan ketersediaan sumber air dari sumur dalam, produktivitas pertanian diharapkan meningkat sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Bupati OKU H Teddy Meilwansyah meninjau langsung pembangunan jaringan tersebut di Desa Marga Bakti, Kecamatan Sinar Peninjauan. Ia menyambut positif bantuan pemerintah pusat yang dinilai sangat dibutuhkan petani di wilayahnya.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Tentu ini sangat membantu petani, apalagi di OKU banyak lahan sawah tadah hujan,” kata Teddy.
Menurut Teddy, OKU memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan sektor persawahan. Namun, keterbatasan pasokan air selama ini menjadi salah satu persoalan yang kerap menghambat petani.
Kondisi tersebut membuat sebagian lahan pertanian sangat bergantung pada curah hujan. Ketika musim kemarau datang dan debit sungai menurun, petani pun harus menghadapi risiko berkurangnya produksi.
Karena itu, keberadaan jaringan irigasi air tanah dinilai dapat memberikan kepastian pasokan air untuk lahan pertanian.
“Dengan hasil meningkat dan panen yang stabil, tentu akan langsung mendongkrak ekonomi keluarga petani. Air dari sumur dalam ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat ketika dilanda kekeringan,” ujarnya.
Teddy meminta kelompok tani dan masyarakat penerima manfaat ikut menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun.
Ia mengingatkan agar infrastruktur yang dibangun dengan anggaran pemerintah tersebut tidak terbengkalai akibat kurangnya perawatan.
“Tolong dengan kesadaran tinggi kita jaga bersama. Jangan sampai bangunan yang sudah bagus ini tidak bermanfaat karena rusak atau tidak dirawat,” tegasnya.
Tak hanya menyambut pembangunan yang saat ini berlangsung, Teddy juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar aktif menangkap peluang bantuan dari pemerintah pusat.
Menurutnya, tambahan infrastruktur pertanian akan semakin memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
“Apa yang disampaikan pihak balai tadi tentu harus disambut baik. Peluang ini harus kita ambil sehingga lebih banyak lagi bantuan yang bisa kita manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat OKU,” katanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWS VIII Sumatera Selatan, Ir Dian Anggraini ST, menjelaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari program jaringan irigasi air tanah yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Secara keseluruhan, terdapat 60 titik pembangunan yang tersebar di tujuh kabupaten. Khusus Kabupaten OKU, pembangunan difokuskan pada dua titik, yakni Desa Marga Bhakti 1 dan Desa Marga Bhakti 2.
Sejumlah fasilitas pendukung turut dibangun dalam proyek tersebut. Di antaranya rumah pompa sebagai tempat mesin utama, jaringan pipa distribusi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian, serta tower untuk menjaga tekanan aliran air.
Selain itu, sistem tersebut juga dilengkapi panel surya dan sambungan listrik PLN dengan kapasitas aliran mencapai 2 liter per detik.
“Fasilitas ini masih dalam masa pemeliharaan hingga akhir September. Rencananya pada bulan Oktober, seluruh aset akan resmi diserahterimakan kepada Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten OKU agar bisa langsung beroperasi penuh,” jelas Dian.
Dengan hadirnya jaringan irigasi air tanah tersebut, pemerintah berharap lahan pertanian di Sinar Peninjauan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan. Infrastruktur ini sekaligus diharapkan menjadi salah satu penopang peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten OKU.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati OKU didampingi Anggota DPRD OKU Yoni Risdianto, Asisten III Romson Fitri, Kepala Dinas Kominfo Mirdaili, Kepala Dinas Pertanian Joni Saihu, Kepala Bapelitbangda Yoyin Arifianto, Kepala DLH Brigman, Kepala Dinas PUPR Fajar, serta jajaran terkait lainnya.(*)









