Menu

Mode Gelap
HKG PKK ke-54, Pemkab OKU Timur Perkuat Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045 PLN dan BDx Bangun Infrastruktur Listrik 1,2 GW untuk Data Center AI, Dorong Indonesia Jadi Hub Digital Regional Hebat! Siswa SMKN 3 OKU Berhasil Terbitkan Buku Sendiri Perpustakaan SMKN 3 OKU Jadi Magnet Baru Siswa, Ruang Nyaman yang Bantu Kurangi Ketergantungan Gadget SMKN 3 OKU Buka SPMB 2026, Siapkan Kuota 576 Siswa Baru dan 8 Jurusan Unggulan Tanpa Pesta Mewah, Perpisahan 116 Siswa SDN 11 OKU Justru Banjir Haru dan Doa

Pendidikan

Kadis Arsip dan Perpustakaan OKU Ikut Bahas Penguatan PAUD Terpadu di Forum Regional Asia Tenggara

Foto bersama.

Jakarta, Ogannews.com – Upaya memperkuat layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang holistik dan terintegrasi kembali menjadi fokus perhatian negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Isu penting itu mengemuka dalam Annual Early Childhood Care Education and Parenting Regional Forum on Strengthening Parenting for Holistic Integrative Early Childhood Development yang digelar di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Rabu (15/10/25).

Forum bergengsi yang diinisiasi oleh SEAMEO CECCEP ini diikuti perwakilan dari berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Salah satu peserta yang turut hadir adalah Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Ahmad Azhar, S.STP., M.M.

Acara dibuka oleh Alejandro Ibanez, Programme Manager Southeast Asia Primary Learning Metrics (SEA-PLM). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi lintas negara dalam memperkuat sistem pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemenuhan hak anak.

“Kegiatan ini memberi banyak wawasan baru tentang bagaimana negara-negara lain membangun sistem PAUD yang terintegrasi. Hasilnya tentu akan menjadi bahan berharga dalam memperkuat kebijakan di daerah, termasuk di Kabupaten OKU,” ujar Ahmad Azhar.

Forum tahunan ini menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta mencari solusi terhadap berbagai tantangan PAUD, seperti keterbatasan anggaran, pemerataan kualitas layanan, dan perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada anak usia dini.

Sejumlah tokoh pendidikan nasional dan internasional turut menjadi narasumber, di antaranya Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D (Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemendikbudristek RI), Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST., MID (Kemenko PMK RI), Pungkas Bahjuri Ali, STP., MS., Ph.D (BAPPENAS RI), Inge Sanitasia Kusuma (Tanoto Foundation), Dr. Hasina Banu Ebrahim (UNESCO Co-chair for Early Childhood Education), dan Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D (Rektor Universitas YARSI).

Turut hadir pula perwakilan dari Kamboja, Brunei Darussalam, Global Parents Forum, Plan International, serta komunitas Ayah ASI yang aktif mempromosikan peran ayah dalam pengasuhan anak.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari ASEAN Leaders’ Declaration on Early Childhood Care and Education (2023), yang menegaskan komitmen negara-negara ASEAN dalam memperkuat kemitraan lintas sektor demi terwujudnya pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang inklusif, setara, dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

HKG PKK ke-54, Pemkab OKU Timur Perkuat Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

4 Juni 2026 - 21:21 WIB

Hebat! Siswa SMKN 3 OKU Berhasil Terbitkan Buku Sendiri

4 Juni 2026 - 06:20 WIB

Perpustakaan SMKN 3 OKU Jadi Magnet Baru Siswa, Ruang Nyaman yang Bantu Kurangi Ketergantungan Gadget

4 Juni 2026 - 05:56 WIB

SMKN 3 OKU Buka SPMB 2026, Siapkan Kuota 576 Siswa Baru dan 8 Jurusan Unggulan

3 Juni 2026 - 17:16 WIB

Tanpa Pesta Mewah, Perpisahan 116 Siswa SDN 11 OKU Justru Banjir Haru dan Doa

3 Juni 2026 - 08:28 WIB

Trending di OKU