Menu

Mode Gelap
Kemarau Hampir Lima Bulan, Pemkab OKU Kerahkan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Sports and Cultural Day Tutup Super Garuda Shield 2026 Wabup OKU Temui Menteri Koperasi, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Daerah 49 Prajurit Indonesia, AS, dan Jepang Uji Kemampuan Strike and Raid Ratusan Prajurit Kostrad Pacu Adrenalin dalam Latihan Menembak Lorong SGS 2026 Alutsista Modern Disajikan, TNI dan AS Simulasikan Serangan Gabungan di Baturaja

Pendidikan

Kadis Arsip dan Perpustakaan OKU Ikut Bahas Penguatan PAUD Terpadu di Forum Regional Asia Tenggara

Foto bersama.

Jakarta, Ogannews.com – Upaya memperkuat layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang holistik dan terintegrasi kembali menjadi fokus perhatian negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Isu penting itu mengemuka dalam Annual Early Childhood Care Education and Parenting Regional Forum on Strengthening Parenting for Holistic Integrative Early Childhood Development yang digelar di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Rabu (15/10/25).

Forum bergengsi yang diinisiasi oleh SEAMEO CECCEP ini diikuti perwakilan dari berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Salah satu peserta yang turut hadir adalah Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Ahmad Azhar, S.STP., M.M.

Acara dibuka oleh Alejandro Ibanez, Programme Manager Southeast Asia Primary Learning Metrics (SEA-PLM). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi lintas negara dalam memperkuat sistem pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemenuhan hak anak.

“Kegiatan ini memberi banyak wawasan baru tentang bagaimana negara-negara lain membangun sistem PAUD yang terintegrasi. Hasilnya tentu akan menjadi bahan berharga dalam memperkuat kebijakan di daerah, termasuk di Kabupaten OKU,” ujar Ahmad Azhar.

Forum tahunan ini menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta mencari solusi terhadap berbagai tantangan PAUD, seperti keterbatasan anggaran, pemerataan kualitas layanan, dan perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada anak usia dini.

Sejumlah tokoh pendidikan nasional dan internasional turut menjadi narasumber, di antaranya Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D (Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemendikbudristek RI), Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST., MID (Kemenko PMK RI), Pungkas Bahjuri Ali, STP., MS., Ph.D (BAPPENAS RI), Inge Sanitasia Kusuma (Tanoto Foundation), Dr. Hasina Banu Ebrahim (UNESCO Co-chair for Early Childhood Education), dan Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D (Rektor Universitas YARSI).

Turut hadir pula perwakilan dari Kamboja, Brunei Darussalam, Global Parents Forum, Plan International, serta komunitas Ayah ASI yang aktif mempromosikan peran ayah dalam pengasuhan anak.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari ASEAN Leaders’ Declaration on Early Childhood Care and Education (2023), yang menegaskan komitmen negara-negara ASEAN dalam memperkuat kemitraan lintas sektor demi terwujudnya pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang inklusif, setara, dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Kemarau Hampir Lima Bulan, Pemkab OKU Kerahkan Lima Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak

12 September 2026 - 09:50 WIB

Wabup OKU Temui Menteri Koperasi, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Daerah

9 September 2026 - 09:48 WIB

Alutsista Modern Disajikan, TNI dan AS Simulasikan Serangan Gabungan di Baturaja

7 September 2026 - 20:00 WIB

Kapolres OKU Turun Langsung Padamkan Karhutla, Tujuh Titik Rawan Jadi Perhatian

6 September 2026 - 14:13 WIB

252 Prajurit Lima Negara Terjun dari Langit Baturaja

4 September 2026 - 20:14 WIB

Trending di Nasional