Menu ✖

Mode Gelap
Warga Antusias, Pemkab OKU Kembali Gelar Makan Bersama Gratis Setiap Jumat Pemkab OKU Bidik Predikat Kabupaten Informatif, Seluruh OPD Diminta Berbenah Bobol Rumah Warga, Pria di Lengkiti Diciduk Tim Singa Ogan Polres OKU 12 UMKM Binaan PLN Jambi Pamerkan Produk Unggulan di Palembang Icon, Catat Tanggalnya! Pemkab OKU Usulkan Pembangunan Perumahan Komunitas 3 Hektare, Sasar PNS Golongan I-II dan MBR Bobol Toko Sembako Tengah Malam, Pria 56 Tahun Ditangkap Polisi, Kerugian Capai Rp400 Juta

OKU

Konfercab PMII OKU di Politisi, Komisariat: Kembalikan Independensi

Konfercab digelar di Rumah Pribadi Politisi.

Ogannews.com – Pemilihan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memanas setelah Konferensi Cabang (Konfercab) ke XIV digelar di rumah pribadi politisi.

Acara yang seharusnya menjadi panggung demokrasi internal organisasi mahasiswa tersebut, semula berlangsung di Rumah Kabupaten (Rumkab) OKU dan dilanjutkan ke ruang SKB.

Kegiatan itu dihadiri oleh Sekretaris PKC PMII Sumsel, Eko Wahyudi dan beberapa tokoh struktural lainnya, kemudian dihadiri didalam ruangan Konfercab dari utusan komisariat Unmaha, Unbara dan STAI Baturaja, serta hadir juga utusan-utusan rayon dari Unbara, Minggu (05/05/24).

Salah satu Ketua Komisariat, RP mengungkapkan bahwa Konfercab sempat berjalan lancar, namun didalam forum sedikit memanas lantaran adanya indikasi keberpihakan Ketua Badan Pekerja Konfercab (BPK). Hal ini menyebabkan kegagalan dalam mencapai kesepakatan untuk pemilihan ketua cabang.

“Dalam upaya penyelesaian, forum memutuskan untuk menunda konferensi dan melanjutkannya pada hari Senin 6 Mei 2024 pukul 20.00 WIB. Namun, pada pukul 17.56 WIB, panitia menghubungi seluruh komisariat untuk melanjutkan konferensi di lokasi baru, yakni di Raja Kuliner, yang merupakan rumah pribadi milik Ketua DPC PKB OKU, Robi Vitergo,” beber RP.

Ketegangan kembali muncul ketika Komisariat Unbara dan beberapa rayonnya menolak lokasi tersebut. RP, salah satu Ketua Komisariat, menegaskan keberatannya.

Dirinya mengatakan bahwa tempat tersebut terindikasi memiliki keterkaitan dengan politik praktis, terutama terkait salah satu calon kontestan Pilkada. Menurutnya, keberpihakan ini tidak sesuai dengan semangat independensi PMII.

“Ada 4 point keberatan kami, pertama mengenai lokasi (Raja Kuliner) yang mana tempat tersebut milik ketua PKB, kedua ada indikasi mengarah ke politik praktis ke salah satu calon kontestan Pilkada, ketiga keterlibatan langsung Ketua Parpol, keempat adanya arahan dari ketua PMII untuk ke salah satu calon kontestan dalam Pilkada,” ungkap RP.

Meskipun keluarnya surat pernyataan sikap dari Komisariat Unbara dan rayonnya, permintaan mereka untuk mengembalikan independensi PMII tidak diindahkan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya integritas organisasi dan menjadi bahan perdebatan di kalangan anggota PMII.

“Untuk itu kami meminta PKC, PB, MABINDA dan IKA untuk menjadi perhatian agar mengembalikan giroh serta independensi PC PMII OKU,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Warga Antusias, Pemkab OKU Kembali Gelar Makan Bersama Gratis Setiap Jumat

10 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Pemkab OKU Bidik Predikat Kabupaten Informatif, Seluruh OPD Diminta Berbenah

9 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Bobol Rumah Warga, Pria di Lengkiti Diciduk Tim Singa Ogan Polres OKU

9 Oktober 2026 - 15:30 WIB

12 UMKM Binaan PLN Jambi Pamerkan Produk Unggulan di Palembang Icon, Catat Tanggalnya!

9 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Pemkab OKU Usulkan Pembangunan Perumahan Komunitas 3 Hektare, Sasar PNS Golongan I-II dan MBR

9 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Trending di OKU